Kundalini

Setiap orang memiliki Energi ini yang tersembunyi dalam tubuh kita. Energi Kundalini merupakan energi sangat besar seperti energi Nuklir yang berada dalam tubuh. Dapat dibayangkan betapa besarnya energi yang ada dalam tubuh kita, bila energi ini mampu kita bangkitkan. Untuk membangkitkan energi Kundaliniperlu pengetahuan yang cukup terutama mengenai Cakra Utama. Selain pengetahuan tersebut sangat dibutuhkan pula seorang penuntun/ pembimbing yang benar-benar mengetahui tentang kebangkitan Kundalini atau seorang Guru spiritual.

 

Kundalini Yoga

Dalam ajaran Yoga, energi Kundalini disimbulkan sebagai Ular Sakti dalam keadaan tidur dengan kepala menghadap ke bawah yang melilit pada Lingga Swayambu Siwa dengan tiga setengah lilitan utama. Kundalini adalah Ibu yang melindungi kita, Ibu alam semesta sering disebut sebagai Ibu Durga ( Hyang Nini Bagawati), Ibu Gayatri dan Ibu Saraswati. Untuk membangunkan Energi Sakti ini ada berbagai macam cara dan dengan latihan tertentu.

Latihan dan cara membangkitkan Energi sakti atau Kundalini serta cara mengatasinya akan penulis bahas pada Buku Ibu Kundalini Sakti secara khusus. Disini penulis hanya memaparkan secara singkat kebangkitan Kundalini Sakti. Teja Surya membangkitkan Kundalini Sakti dengan cara membersihkan terlebih dahulu seluruh cakra-cakra Utama dan ketiga Nadi Utama. Proses yang dilakukan Teja Surya secara bertahap dan pelan-pelan sehingga tidak membahayakan bagi tubuh fisik.

Teja Surya membersihkan dan membuka saluran-saluran yang akan dilewati oleh energi Kundalini, mulai dari kepala sampai keujung kaki, sehingga memudahkan proses kebangkitan Kundalini Sakti. Sistem pembersihan Teja Surya merupakan kebalikan dari pembersihan kebangkitan Kundalini Sakti. Kebangkitan Energi Kundalini Sakti membawa dua pengaruh yaitu pengaruh positif dan negatif. Bila kebangkitan Kundalini menuju kearah negatif ini akan berakibat kurang baik, ada beberapa hal yang dipengaruhi yaitu bisa menyakiti tubuh fisik, ini bisa bersifat benar-benar nyata atau akan merubah sifat, emosi, tingkah laku dan lainnya kearah negatif.

Untuk menjaga hal–hal yang tidak diinginkan ini maka Teja Surya memberi jalan terlebih dahulu. Kebangkitan dan pembersihan Kundalini Sakti bermula dari Cakra Muladhara (tempat bersemayamnya Kundalini) menuju Cakra Sahasrara (Berstananya Sanghyang Siwa / Sanghyang Tunggal / Sanghyang Guru) melalui Nadi Susumna yang terletak di Tulang Punggung. Begitu Kundalini bangkit dari Cakra Muladhara secara langsung akan membersihkan Cakra Muladhara terlebih dahulu.

KundaliniSetelah Cakra Muladhara bersih, Kundalini menuju naik membersihkan Cakra Swadhistana, setelah Cakra ini bersih Kundalini naik membersihkan Cakra Manipura dan seterusnya sampai pada Cakra Sahasrara. Tujuan Utama kebangkitan Kundalini adalah untuk membersihkan Karma negatif yang melekat pada tubuh kita. Bila energi Kundalini telah mencapai Cakra Sahasrara ini adalah sesuatu yang sangat diharapkan karena Penyatuan Kundalini (Hyang Nini Bagawati) dengan Sanghyang Siwa merupakan berkah dari Maha Agung hingga kita mencapai kesadaran yang Agung ( kesadaran Somia/Budhi)

Kundalini Yoga

Kundalini Yoga terdiri dari perkataan sansekertha yaitu Kundalini dan Yoga, maksudnya menjalankan yoga dengan bantuan menaikkan energi Kundalini Shakti. Yoga berasal dari suku kata “Yuj “ yang artinya “Menghubungkan atau Menyatukan”. Jadi Yoga adalah suatu proses untuk menghubungkan atau menyatukan diri kehadapan Tuhan YME . Yoga itu sendiri hanyalah suatu jalan atau proses untuk mencapai penyatuan diri individu dengan diri yang agung. Dalam masa proses inilah para penekun spiritual menjalani berbagai macam jalan ada yang menjalani dengan Hatta Yoga, Karma Yoga, Jnana Yoga, Raja Yoga ataupun Bhakti Yoga. Masing –masing jalan Yoga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan biasanya keempat jalan Yoga ini sifatnya saling mendukung sulit dalam praktekan dipisahkan. Dan menurut pandangan saya bahwa untuk dapat menjalankan yoga dengan baik semuanya harus didasari semangat yang suci serta pengetahuan spiritual yang cukup. Seperti yang di katakan dalam Siwa Samhita
hanya jnana (pengetahuan spiritual) itu sajalah satu –satunya yang abadi tanpa awal dan akhir,dimana tak ada benda-benda (substansi)lain yang nyata:Perbedaan yang kita lihat di dunia ini adalah hasil dari kondisi indra-indra dimana bila yang ini (indra-indra)berhenti,maka yang tinggal hanyalah jnana itu sendiri,tak ada yang lainnya”
Pengetahuan ibaratnya seperti cahaya matahari yang menerangi kegelapan, menerangi kebodohan sehingga yang palsu dan benar dapat diketahui dengan jelas. Banyak orang yang dalam menjalani jalan spiritual tanpa pengetahuan yang cukup mereka hanya mendapatkan sesuatu secara instant dan tidak sedikit malah dijadikan seperti kerbau yang dicocok hidungnya,menurut saja. Bahkan banyak yang terpelajar dibingungkan karena lebih mengutamakan hasil dan menuruti keinginannya untuk cepet menguasai apa yang menjadi tujuannya. Untuk mendapat gelar sarjana seseorang harus memiliki Ijazah SD,SMP dan SMA dst, kecuali membeli Ijazah palsu.
Seorang yogi harus bergerak dengan penuh semangat suci menuju Tuhan apakah dengan mencari di dalam diri ataupun keluar, semua jalan ini adalah sama hanya saja bila perjalanan spiritual menuju keluar akan lebih banyak menemui rintangan. Inilah Yoganya, suatu proses pencarian kebenaran, namun perlu diingat bagi yang menjalani dengan meditasi cendrung pencarian menuju ke dalam diri dan yang melakukan persembahyangan ketempat-tempat suci,melakukan tirta yatra, berziarah dan sejenisnya lebih bersifat keluar.Kedua jalan ini nampaknya terpisah, dipisahkan oleh keyakinan dan keegoan,padahal kedua jalan ini adalah satu adanya. Keegoan seorang meditasi mengkalim bahwa Tuhan hanya dapat dicapai dengan meditasi Tuhan tidak perlu dicari jauh-jauh Dia ada pada setiap diri manusia ,meraka ini lebih banyak menjalankan bhakti berdasar raja yoga dan hatta yoga, demikian juga yang bersifat keluar bahwa Tuhan itu berkedudukan di setiap tempat suci yang mereka yakini,mereka berjalan di jalan bhakti yoga dan.karma yoga Dan banyak lagi cara mereka mencari Tuhan sesuai keyakinan mereka masing-masing. Dari melihat perbedaan jalan yang mereka tempuh tentunya mereka itu telah menemukan apa yang dicari dan diyakini. Kalau saja disadari bahwa kedua jalan itu sesungguhnya saling mendukung, masing-masing jalan mempunyai keunggulan dan kelemahannya. Sebaiknya di seimbangkan itulah menurut pandangan saya. Pencarian Tuhan apakah dengan meditasi atau sembahyang itu adalah sama, yaitu sama-sama dalam proses pencarian.Jadi saya kurang sependapat bahwa Tuhan mencari kita, tuhan memang ada dimana-mana termasuk ada di dalam diri. Walaupun kesannya dekat yaitu berada di dalam diri namun dalam prakteknya terasa sangat jauh sekali sangat sulit sekali, jadi perjalanan kedalam ataupun keluar prosesnya sama saja. Rasanya Beliau sangat berada jauh sekali sulit dicapai. Perjalanan Yoga terletak pada nilai perjuangannya, sejauh mana kita mampu mengatasi halangan apakah dari dalam atau luar diri, bukan terletak pada hasil yang didapat. Sehingga Rshi Patanjali mengatakan “sangat sulitlah berjalan dijalan ini (yoga) seperti berjalan dimata pisau yg sangat tajam, salah atau terpeleset sedikit terlukalah jadinya” juga berjalan untuk menemui Beliau seperti melakukan proyek Maha karya, segala halangan dan rintangan harus mampu kita lewati hanya dengan keteguhan,disiplin dan rajin berlatih. Begitu jauh kita meninggalkan Beliau untuk mendekatinya adalah sesuatu yang membutuhkan energi Extra. Energi yang mendorong terwujudnya tujuan Yoga yaitu Energi Kundalini. Energi adalah kekuatan, power, shakti,daya atau apapun istilah semuanya ini telah ada dalam diri kita dan juga diluar diri kita. Energi besar yang tertidur didalam diri yang berwujud ular melingkar 3,5 lingkaran dengan kepalanya menghadap ke bawah melingkari Linga swayambhu Siwa. Bila energi Kundalini mampu dibangkitkan,energi inilah yang akan mendorong sesorang mencapai tujuan hidupnya atau tujuan Yoga-nya.
Kenaikan energi Kundalini akan membersihkan tiap cakra yang dilewati kemudian mengaktifkan cakra-cakranya dan bisa jadi berbagai siddhipun akan dirasakan walaupun sifatnya masih sekejap saja. Kenaikan Kundalini akan sangat membantu terutama untuk meningkatan kesadaran diri serta daya vitalitas tubuh juga ditingkatkan misalnya untuk membantu penyembuhan diri sendiri atau bahkan jadi penyembuh Kundalini. Namun yang perlu diperhatikan bukan hanya manfaatnya yang sangat berguna itu, bagi saya malah bagaimana cara kita menangani setiap permasalahan yang ditimbulkan oleh kenaikan Kundalini itu. Karena kundalini kenaikannya akan membersihkan dan membuka simpul-simpul cakra, karena kundalini hanyalah sebatas energi jadi energi ini akan main dobrak saja, sehingga perlulah kita mengetahui pengetahuan dan tekhnik mengarahkannya sehingga tidak terjadi hal yang diinginkan. Banyak penekun spiritual telah jatuh sakit karenaNya tanpa disadarinya bahwa penyebabnya adalah Kundalini (syndrome kundalini).

KUNDALINI SHAKTI

Kundalini lebih umum diartikan gulungan, suatu kekuatan berada di “Kunda “ yaitu suatu tempat atau mandala yang berbentuk segi empat (muladhara cakra), melingkari “Linga” tiga setengah lingkaran yang berada diatas “Yoni” Kundalini yang berwujud ular berada di muladhara cakra dan di dalam muladhara ada linga dan yoni disinilah Ibu Kundalini sebagai suatu kekuatan berdiam diri.Kundalini dikenal juga dengan berbagai sebutan diantaranya:Ibu Durga, Ibu kala-kali,Ibu Bhuta, Ibu semesta, Ibu Bagawati dan sebagainya, semua nama Ibu adalah Dirinya. Dia juga disebut sebagai Ibu Prana, Daya Bathin yang tertidur atau energi laten apapun istilah namanya semuanya mengacu padanya.Saya menghaturkan sembah bhakti wahai Ibu Agung ..Ibu energi….

Om, Saraswati gurur ya namaha

Kundalini yang akan saya jelaskan di bawah ini adalah menurut versi Teja Surya, nanti apa bila menurut Anda kurang pas dengan apa yang dipelajari sebelumnya mohon dimaklumi, apapun yang saya jelaskan nanti adalah apa yang saya alami dalam mengenal Ibu Kundalini juga cara membangkitkannya sekaligus inilah keegoan saya dalam memaknainya, selanjutnya harapan saya jadikan ini sebagai pengetahuan tambahan mengembangkan pengetahuan Kundalini Anda, semuanya berpulang pada keyakinan diri masing-masing.

Om Narayana, Om Narayana, Om Narayana

"Ya Tuhan yang aku sembah sebagai Narayana tuntunlah aku memaparkan apa yang aku ketahui semoga pengetahuanku ini tiada menyimpang dan menyesatkan, semoga pengetahuan Siwa, kebenaran Wisnu dan inspirasi Brahma selalu melandasi semuanya…Om Sri Hare Wisnu…tat astu astu"

Kundalini yang berawal dari suku kata mistik “Kunda” yang berarti tempat pemujaan berbentuk segi empat yang biasanya dipakai dalam Agni Hotra. Kunda dianggap sebagai “mulutnya Tuhan” dan api yang berkobar yang membakar setiap persembahan dianggap sebagai lidahnya Tuhan. Sehingga agni hotra dianggap sebagai persembahan langsung kepada Tuhan. Kunda yang juga disebut sebagai mandala atau tempat dasar seperti halnya dasar bangunan sebuah rumah, dasarnya haruslah kokoh, khususnya dalam spiritual. Dasar itu adalah pengetahuan.spiritual (jnana) khusus dalam hal ini adalah pengetahuan Kundalini. Pengetahuan bagaikan cahaya matahari menghilangkan kegelapan malam, demikian juga orang yang berjalan di jalan spiritual tanpa pengetahuan sama seperti berjalan di jalan yang gelap, tak akan tahu arah. Orang dalam keadaan begini sangat mudah terkena asutan ataupun sugesti karena dalam keadaan kurang pengetahuan Cobalah renungkan sejenak benarkah pengetahuan mendasari semuanya?
Kunda adalah tempatnya api kundalini bersemayam yang tiada lain adalah Muladhara Cakra. Cakra yang berdaun empat yang berada tepat diujung tulang ekor .Empat keadaan kesadaan yang diwakili oleh daun teratai berwarna merah cerah seperti matahari yang baru terbit. Sebagai simbul empat jaman yaitu masa lampau,sekarang,akan datang dan setelah kematian, empat keadaan : keadaan jaga, antara jaga dan tidur, bermimpi dan tidur tanpa mimpi, empat proses kehidupan :bayi,dewasa,berumah tangga dan lanjut usia,empat dasar kehidupan :kebenaran, artha, keinginan dan pembebasan.
Didalam muladhara cakra terdapatlah linga dan yoni,Linga sebagai simbul Purusa (alat pembiak laki-laki/venis) dan Yoni sebagai simbul Pradana (alat pembiak wanita/vagina).Linga dan Yoni yang berada di muladhara cakra lebih dikenal dengan nama Linga Swayambhu Siwa. Disinilah energi kundalini bersemayam dalam wujud ular dalam keadaan tertidur dengan kepalanya menghadap kebawah. Energi ini dapat menjadi incaran para penekun spiritual karma dengan membangkitakan energi ini segala kekautan akan jadi miliknya. Dan bener bahwa energi kundalini adalah energi yang dasyat ,energi yang berada disetiap manusia entah disadari ataupun tidak. Dia menjadi buah bibir bagi para penekun Yoga yang menginginkan siddhi atau kekuatan mengalir dalam dirinya. Bagi penekun Yoga yang murni bertujuan menyatukan diri dengan YM Kuasa energi kundalininya dibangkitkan hanya untuk mencapai tahapan Samadhi.
Energi Kundalini adalah bersifat aktif maksudnya energi ini apabila telah dibangkitkan Dia akan bergerak naik terus tanpa bisa disetop hanya bisa diarahkan perjalannya sesuai kesadaran yang mengarahkan. Bila kesadaran yang mengarahkan itu rendah maka kasarlah energi yang mengalir demikian juga bila kesadaran spiritualnya tinggi halus dan lembutlah aliran energi itu. Aliran nergi kundalini dapat diibaratkan sebagai polaritas “negative” dalam arus listrik searah (DC) atau seperti aliran listrik pada sebuah battery. Polartas negative akan mengalir menuju polaritas positif, dan polaritas positif itu ada di ubun-ubun di Sahasrara Cakra tempat kedudukan Siwa Yang Agung . Siwa yang pasif yang diam namun vibrasinya menyebar memenuhi alam. Siwa yang tunggal (Eka) sekaligus banyak (aneka). Siwa yang diam di sahasrara maksudnya pancaran vibrasinya berdiam di sahasrara masing-masing orang. Beliau duduk dengan sikap siddhasana kesayanganNya, Beliau yang tubuhnya cemerlang bagaikan pantulan sinar matahari pada gunung salju, yang rambutnya dijalin rapi , yang mengalirkan air suci gangga, dikelilingi bulan sabit yang indah, memakai ular sebagai kalungNya, yang berleher biru, tubuhnya yang dilumuri wibhuti, kedua tangaNya terangkat memberi berkat dan memberi pembebasan dari segala ketakutan, yang dihiasi kulit harimau sebagai pakaianNya, yang duduk diatas bunga teratai ribuan daun keemasan, yang tersenyum memancarkan vibrasi kedamaian….
Ibu Kundalini yang juga disebut Ibu Durga, Ibu Kala dan Kali, Ibu Bhuta, Ibu Semesta ,Ibu Bagawati dan semua nama Ibu adalah Dirinya. Beliau lebih terkenal sebagai Ibu Durga, sosok Ibu yang sangat menyeramkan Kesan ketika menyebut namaNya akan menakutkan setiap yang mengetahuinya. Ibu yang memerintah para Bhuta untuk menyebarkan penyakit sehingga wajah Ibu Durga kususnya di Bali di wujudkan sebagai “Rangda” yaitu simbulis kekuatan. Cobalahlah perhatikan gambar dibawah :

bali_229

Rambut putih panjang terurai sampai ketanah, diatas kepalanya adalah api kekuatannya sendiri, mata melotot menorot memancarkan cahaya ungu kematian, dengan taring tajam dan panjang-panjang, lidah panjang dipenuhi api angkara murka, kuku jarinya yang panjang siap mencabik-cabik menyakiti,lengkingan suaranya yang membuat seluruh bulu kuduk berdiri menakutkan, beliau duduk diatas singa berambut emas sebagai wanahannya. Inilah sedikit gambaran Wujud Ibu durga sekaligus Ibu kundalini, Ibu yang menguasai kekuatan Siwa.
Sekarang saya akan ajak Anda memaknai wujud yang sera mini, wujud yang sesungguhnya ada didalam diri setiap orang. Apakah wujud beliau bila didalam diri kita? Semua sifat, pikiran dan keinginan jahat ini digamabrkan sebagai wujud yang sangat menyeramkan. Mungkin Anda akan geram melihat ataupun mendengar bila orang lain berbuat kejahatan, atau anda akan takut bertemu dengan orang yang sudah diketahui jahat,tapi banyak yang takut melihat wujud seram seperti melihat rangda ini dan mereka tidak tidak takut kala pikiran dan keinginan mereka menyakiti atau saat ingin membunuh orang lain. Kalau saja disadari bahwa didalam diri ada wujud seram ini, tidak seharusnya orang takut melihat wujud rangda yang memang seram dan menakutkan. Wajarlah Kita takut bila melihat wujud seram tapi lebih takutlah pada wujud seram yang ada pada diri kita, jangan sampai wujud itu menyeramkan bagi orang lain.
Kundalini adalah Energi yang sangat besar tersimpan didalam diri, sekarang coba pahami tentang “energi” energi ya energi seperti halnya energi listrik. Listrik akan menyalakan bohlam pijar atau lampu neoan atau menyalakan berbagai peralatan elektronik dan peralatan listrik lainnya. Demikian juga energi kundalini, kita membangkitkan energi kundalini apakah untuk kekuatan, untuk meningkatkan kesadaran, untuk penyembuhan, untuk kewibawaan untuk memenuhi material atau untuk menyalakan sifat dan mental yang ada dalam diri kita. Kundalini akan mengaliri energinya kearah yang kita ingini. Kebangkitan aliran energi Kundalini ditentukan sekali oleh tingkat kesadaran kita atau dengan kata lain kitalah yang mengolahnya, kitalah sebagai pengendalinya. Jadi energi kundalini sangat besar manfaatnya untuk apapun bisa tergantung kecerdasan dan pengetahuan yang diketahui. Namun yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa energi itu tetaplah energi Dia akan mengikuti kesadaran kita sendiri, mengikuti pola pikiran kita kalau kita berpikiran kearah kebajikan maka Dia akan menjadi kekuatan dalam menjalankan kebajikan namun bila pikiran kita dipenuhi ide-ide kejahatan maka kitapun akan dijadikan orang jahat. Celakanya bila energi ini naik dan seseorang yang kurang pengetahuan untuk mengendalikannya terutama disaat dia jatuh, bukannya energi ini menolong kita malah akan menjadikan kita semakin jatuh tersungkur, jadi hati-hatilah bermain-main dengan Kundalini. Tapi beda bila energi ini dibangkitkan hanya sebatas sugesti diri atau disugesti oleh orang lain, bisa jadi bukan asli itu energi kundalini tapi energi yang ada pada setiap orang yang menyabot atau mengatasnamakan energi kundalini.
Kenapa Kundalini disimbulkan sebagai Ular? Karena begitulah perjalanan energi kundalini di dalam tubuh yang mengalir disetiap nadi-nadi halus kita terutama tiga nadi utama yaitu nadi Ida, Pinggala dan sumsumna. Dia berjalan meliak-liuk layaknya seperti seekor ular yang mulutya siap mengeluarkan Bisa (racun). Racun bila dosisnya tepat maka akan jadi obat dan bila salah akan menyebabkan sakit.

PERSIAPAN PEMBANGKITAN KUNDALINI


Persiapan awal dalam proses membangkitkan energi Kundalini shakti yang akan saya jelaskan di bab-bab berikut adalah membangkitkan energi Kundalini untuk tujuan perjalanan spiritual terutama untuk mendukung tercapainya tujuan dari Yoga atau meditasi. Persiapan ini sangatlah perlu dilatih dengan tujuan agar tidak terjadi sesuatu yang buruk pada diri Anda, dan saya sendiri tidak akan bertangung jawab akan apa yang akan terjadi. Nah, agar kenaikan kundalini seperti apa yang diharapkan sebaiknya Anda bener-bener mempelajari pengetahuan tentang kundalini terutama cara menanggulangi efek negative yang ditimbulkan. Atau carilah pendamping yang sudah tahu, yang sudah mengalami kenaikan Kundalininya dengan benar bukan yang palsu (tersugesti). Sebelum Anda menaikan kundalini alangkah baiknya bila Anda tanyakan diri anda sendiri dulu :

  • Sudah siapkah anda? Siap dalam artian fisik dan mental, juga siap menanggung segala resikonya terutama bila terjadi hal yang buruk,. Bila anda masih ragu sebaiknya jangan dulu dan bila anda telah mantap!! Naikanlah kundalini anda, anda bergerak cepet seperti angin seperti dewa marut, anda akan cepat mengalami kemajuan dalam segala hal.
  • Untuk apa menaikan Kundalini? Apakah untuk menambah kewibawaan, menjadikan anda sakti atau ingin mengalami sensasi dan mengetahui kebenaran adanya energi itu atau setelah kundalini naik anda akan mampu menggunakannya untuk apapun sesuai kehendak Anda? Bila ini yang anda pikirkan sebaiknya urungkan dulu niat anda menaikan kundalini. Kalau yang anda pikirkan untuk meningkatkan kesadaran diri, memajukan jalan spiritual atau anda merasa lemah tak berdaya dalam membantu orang lain, naikanlah kundalininya
  • Bagaimanakah emosi anda saat ini? Stabil? Bila yang anda pikirkan adalah hasil dari kenaikan kundalini saya sarankan jangan. Namun bila ada rasa rindu ingin bertemu dengan Tuhan atau ingin merasakan kasihnya ibu kundalini atau ingin menyelaraskan diri dengan alam serta lingkungan, naikkan kundalini.
  • Sudah pahamkah anda dengan kundalini itu? Bila hanya sekedar tahu sebaiknya jangan mengambil resiko, anda sendiri yang akan menaggung akibatnya.
  • Konfirmasikan keinginan Anda ini dengan orang dekat anda misalnya teman,suami/istri atau keluarga, ini sangat penting, jangan berjalan dijalan spiritual sembunyi-sembunyi nanti anda tak ubahnya seperti seoarang pencuri.

Setelah anda bener-bener siap, saran saya selanjutnya carilah orang yang anda anggap mampu membimbing diri anda dalam menaikan kundalini. Jadikanlah dia guru anda, guru yang akan membimbing diri anda. Peranan seorang guru dalam hal ini sangat penting, beda dengan melakukan meditasi atau yoga lainnya, yang belum membangkitkan energi shakti ini. Saat anda berkeinginan menaikan energi kundalini anda sudah memasuki energi maha gaib energi yang sulit diketahui jalannya. Sebagai acuan untuk mencari orang yang tepat sebagai pendamping Anda pakailah kreteria dibawah ini. Tanyakan padanya :

  1. Apakah dia sudah bisa dan mengetahui cara membersihkan cakra-cakra
  2. Apakah di saat kundalininya naik dia sudah bener-benar mendengar suara gaib ditiap cakra-cakra yang dilalui kundalini (anda nilai nada bicaranya apakah dia menjawabnya berdasarkan pengetahuan yang ada atau sudah mengalaminya)
  3. Minimal kenaikan kundalini orang tersebut telah sampai di manipura cakra

Ini hanya sebagai acuan dasar saja, yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana emosi orang itu, kemudian tanyakan pada diri Anda , bila diri anda merasa nyaman dan aman berada didekatnya juga terasa nyambung dalam setiap pembicaraan, saya sarankan jadikanlah dia pembimbing anda. Kenapa saya menyuruh Anda begitu detail,teliti dan hati-hati?, saya tak ingin Anda mengalami sesuatu yang buruk atau terhasut oleh bahasa promosi. Saya ingin benar-benar terjadi kenaikan kundalini bukan kenaikan semu karena atas sugesti orang lain.

LATIHAN PERSIAPAN

Latihan asana atau duduk dalam sikap bersila yaitu sikap “siddhasana”. Ini adalah sikap duduk yang sangat saya anjurkan dimana sikap ini adalah sikap kesayangan Siwa. Banyak orang memuji sikap duduk ini Swami Siwananda mengatakan sikap ini lebih baik dari padmasana terutama untuk melakukan meditasi dan meningkatkan daya bathin atau menaikan energi kundalini.Seperti namanya yaitu Siddhasana atau asana (sikap duduk) siddha (kekuatan) jadi sikap ini bertujuan untuk mengalirkan atau mendapatkan kekuatan kekuatan. Caranya adalah : taruh salah satu tumit kaki sampai menyentuh lubang dubur dan tumit kaki yang lain menyentuh sedikit diatas kemaluan. Kedua kaki diatur sedekian rupa, sehingga kedua pergelangan kaki saling bersentuhan. Kedua tangan diletakan diatas langkuan lutut dan tegakan tulang punggung, kepala juga harus diperhatikan betul jangan sampai terlalu kedepan ataupun kebelakang.Yang perlu diperhatikan bahwa sikap ini kurang cocok untuk para wanita.

Pranayama
Pranayama berasal dari kata Prana dan yama, Prana adalah energi hidup yang vital atau seluruh energi yang ada di alam ini dan “yam” itulah wija mantra untuk di anahata cakra, cakra yang berunsur udara, jadi Pranayama adalah energi hidup yang berasal dari udara. Energi ini bersifat halus, Dia berupa aliran udara pernafasan (Nafas), atau Prana yang berwujud di luar, Prana nafas  dianggap masih bersifat kasar. Dengan memahami dan mampu mengatasi nafas kasar ini, kita juga akan mampu memahami dan mengatasi Prana halus yang ada didalamnya.Mengatasi Prana berarti mampu mengatasi pikiran dan Cipta (buddhi) dan pikiran ataupun cipta tak akan dapat bergerak bila tanpa pertolongan Prana. Prana itu adalah tenaga yang tertidur didalam diri setiap orang yang meliputi dan berada dimana-mana atau disekeliling kita. Hawa panas, dingin, cahaya, Listrik, magnetis, getaran dsb adalah wujudnya Prana. Prana berhubungan serat dengan pikiran, pikiran berhubungan dengan cipta, cita dengan kehendak, kehendak dengan Jiwa individu sesorang, Jiwa dengan Yang Maha Kuasa. Prana itu berada di dalam hati setiap orang dan Dia hanyalah ada satu saja, namun memiliki banyak tugas dan fungsi, Dia memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Prana secara garis besar membagi tugasnya menjadi lima yaitu : Prana, apana, samana, udana dan Wyana. Kelima macam prana ini karena melakukan tugasnya yang berbeda Dia-pun menempatkan diri pada tempat-tempat tertentu di tubuh kita. Saya akan ulas sedikit tentang kelima Prana ini hanya secara garis besarnya saja sesuai tempat, warna dan tugasnya.

  1. Prana berwarna kekuningan bertempat di anahata cakra (dada) bertugas melakukan Pernafasan, Dia memiliki sub. Prana yaitu Naga, membuat orang berserdawa dan tersedu –sedu
  2. Apana berwarna merah jingga bertempat di Muladhara cakra (pantat) bertugas dalam alat pembuangan,untuk membuang kotoran dan kencing, Dia memiliki sub. Prana yaitu Kurma, untuk membuka dan menutup atau mengedipkan mata.
  3. Samana berwarna kehijauan bertempat di Manipura cakra (perut) bertugas sebagai pencernaan, Dia memiliki sub Prana yaitu Krikara, menyebabkan adanya rasa lapar dan haus.
  4. Udana berwarna kebiruan bertempat di Wisudha cakra (tenggorokan) bertugas untuk menelan sesuatu, saat tertidur tanpa mimpi prana inilah membawa sang jiwa menuju ke Brahman dan saat kematian paran ini yang memisahkan badan halus dgn fisik, Dia memiliki sub prana yaitu Dewadata, membuat orang menguap
  5. Wyana berwarna merah muda bertempat di swadhisthana cakra ( daerah sexual) di seluruh tubuh bertugas pada peredaran darah, Dia memiliki sub prana yaitu Dananjaya, mengeluarkan keringat, mengeluarkan hal yang buruk dari badan.

Apabila sesorang mampu mengendalikan jalan nafasnya atas pikiran dan kemauannya sendiri maka dia dikatakan mengeluarkan energi bathin melalui adnya cakra segala perintah pikirannya akan diikuti oleh orang lain (menghipnotis). Dalam Hatha yoga pelajaran yang terpenting adalah mengenal kelima elemen Prana ini, seorang Hatha yogi mengganggap Prana Tattwa  (unsure prana) lebih utama dari Manas Tattwa ( unsure pikiran) dengan alasan kenyataan bahwa Prana nafas selalu ada meskipun diwaktu tidur nyenyak tanpa mimpi, sedang pikiran saat itu telah ikut tertidur atau dianggap tak berfungsi/tak bekerja (hilang datu-nya), sehingga Prana nafas memainkan peranan lebih penting dari pada pikiran. Dalam tahapan awal mempelajari Hatha yoga, Raja Yoga dan mantra Yoga, aliran nafas atau Pranayama sangatlah penting untuk dipahami dan dipratekkan terutama bagaimana caranya dapat mengatasi gelombang-gelombang energi (prana) yang ada dalam setiap tarikan nafas melalui pikiran, barulah nantinya akan mengetahui Rahasia Prana umum yang ada pada diri kita. Seorang yang menguasai pengetahuan tersebut tak akan takut dengan kekuatan apapun.
Untuk dapat menaikan energi Kundalini dengan aman dan lebih cepat, tentunya bersihkan dulu jalan yang akan dilalui oleh kundalini tersebut. Jalan itu adalah tiga nadi utama yaitu Ida, Pinggala dan sushumna.Ibarat Kundalini seperti aliran air bah yang besar di sungai (nadi) dengan daya tekanan arusnya sangat deras dan kuat.Apabila sungai tidak bersih dipenuhi kekotoran sampah yang menumpuk ataupun banyak tumpukan bebatuan, dapat anda bayangkan apa yang akan terjadi? Pasti air akan meluap atau terjadi banjir besar menenggelamkan rumah menghanyutkan dan menyakiti kita.
Atau seperti aliran air di dalam pipa, kalau pipa yang akan dialiri air dengan tekanan yang sangat kuat sedangkan pipanya masih disumbat oleh tanah atau kekotoran lain, apakah aliran air akan lancar? Ya mungkin saja ada setetes rembesan air yang dapat dirasakan, namun perlu diingat bila benar energi kundalini yang bangkit secara penuh maka apapun yang menumpat pipa akan didobraknya, itu berarti ada kemungkinan pipanya jadi pecah karena tekan yang maha dasyat tak bisa dihentikan. Jangankan pipa varalon plastic pipa besipun akan cebol dibuatnya…tolong sadari akan hal ini, jangan tergesa-gesa membangkitkan kundalini kalau belum benar-benar bersih nadi-nadi kita. Nah, bagaimana cara membersihkan nadi-nadi tersebut, apakah hanya dengan sekali pembersihan atau hanya mengandalkan sentuhan oleh seorang guru? saya yakin Tidak !!  pembersihan harus dilakukan berulangkali dengan melakukan “Pranayama”. Sudah dikatakan oleh para pendahulu Yoga besar yaitu, SiwaPranayama adalah latihan pernafasan Kundalini yang saya ciptakan khusus untuk menaikan api kundalini shakti. Pranayama ini dilakukan dengan penuh disiplin diri, dilatih pagi dan sore minimal 10 menit setiap kali latihan. Dalam melakukan pernafasan ada dua cara yang akan saya berikan :


Pernafasan duduk:
Duduklah dalam sikap siddhasana, kemudian berusaha tenangkan diri dan tegakkan posisi tulang punggung, dada agak dibusungkan namun tetap rilek dan santai. Sekarang tempatkan salah satu tangan di hidung, gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menekan atau menutup kedua lubang hidung. Sekarang tekan/tutup lubang hidung kanan dengan salah satu jari tangan kemudiaan tarik nafas melalui lubang hidung kiri sebanyak 7 dt, selanjutnya tahan nafas diperut sambil tutup kedua lubang hidung, tahan sebanyak 28 dt, kemudian buka jari tangan yang menutup lubang hidung sebelah kanan dan hembuskan nafas 14 dt, ini baru satu putaran sekarang lanjutkan putaran kedua. Narik nafas dengan hidung kanan yang masih terbuka, kemudian tutup kedua lubang hidung tahan nafas diperut, hembuskan nafas dengan lubang hidung kiri, hitungan nafas sama dengan yang diatas. Untuk putaran selanjutnya kembali dengan cara diatas demikianlah system pernafasan untuk selanjutnya.
Lakukan teknik pernafasan ini secara rutin tiap hari selama 2 minggu.

Selanjutnya lakukan pernafasan yoga dengan perbandingan 1 : 4 ; 2 ; 2 klik disini

Sambil tetap melakukan teknik pernafasan diatas namun tidak setiap hari sekarang lakukan tekhnik-tekhnik pembersihan nadi yaitu suatu jalur halus yang akan menjadi jalan kundalini saat naik menuju cakra-cakra utama. Nadi ini adalah urat-urat astral, yang membentukpun dari bahan astral atau ether (gas), yang berisi mengalairkan energi prana atau mengalirkan energi kundalini keseluruh tubuh. Nadi berasal dari bahasa Sankertha” Nadi” dari suku kata “Nad” yang artinya “gerak” Energi hidup atau prana bergerak atau mengalir melalui nadi-nadi tersebut. Karena nadi- nadi tersebut terbuat dari zat yang halus (gas/etheris) sehingga nadi ini tak mampu dilihat secara kasat mata. Nadi yang dimaksudkan disini bukan nadi urat darah seperti yang dikenal dalam ilmu kedokteran, nadi ini memang seoalh menyatu dengan dengan nadi urat darah namun kerjanya dan tugasnya berbeda.Ditubuh kita berisi ribuan nadi-nadi tak dapat dihitung jumlahnya, secara teori dikatakan jumlah nadi itu sekitar 72.000 nadi besar dan kecil. Nadi-nadi ini sangat penting dikenalai khususnya dalam mempelajariYoga Kundalini. Bila Kundalini Shakti telah dibangkitkan atau bangun, maka energi kundalini akan mengalir melalui nadi – nadi tersebut, terutama tiga nadi besar yaitu : Nadi Sushumna, Ida dan pinggala dan ini akan terjadi apabila nadi –nadi tersebut telah bersih. Maka tindakan pertama yang harus dilakukan bila ingin menaikan energi Kundalini adalah membersihkan ketiga nadi utama ini.
Pengetahuan yang luas tentang Nadi dan cakra-cakra sangatlah penting terutama tempatnya, cara kerjanya, manfaatnya, sifatnya ataupun tugasnya. Kenapa ini harus diperhatikan ? Karena baik nadi- nadi ataupun cakra-cakra sangat berpengaruh atau berhubungan sangat erat terhadap tubuh fisik. Juga karena pusat – pusat urat nadi kasar berhubungan erat dengan pusat nadi halus, getaran-getaran halus yang terjadi dipusat nadi fisik dengan frekwensi tertentu menentukan juga getaran di pusat nadi yang halus, demikian juga sebaliknya, Setiap terjadi persilangan dari urat nadi fisik yang biasanya disebut pusat jaringan ( Pleksus). Pleksus secara ilmu kedokteran yang terkenal adalah:

  • Cervical                                  (bagian leher)
  • Brachial                                  ( bagian tangan atas)
  • Coceygeal                             (bagian pucuk tulang punggung)
  • Lumbar                                   (bagian pinggang)
  • Sacral                                     ( Tulang ekor)
  • Cardlac                                   ( Jantung )
  • Esophageal                            (bagian tenggorokan)
  • Hepatic                                    ( bagian limpa)
  • Pharyngeal                              (bagian rahang)
  • Pulmonary                               (bagian paru-paru)
  • Ligual                                       (bagian lidah)
  • Prostatic                                  (bagian kandung kemih)
  • Dll.


Demikian juga dengan nadi-nadi halus setiap persimpangannya akan memunculkan “padma “ atau bunga teratai/lotus yang sering disebut Cakra.
Semua nadi-nadi keluar dari Kanda yaitu pusatnya nadi, dan ini adalah tempat bertemunya nadi sushumna dengan Muladhara cakra. Kanda ini letaknya diantara lubang pantat dengan kemaluan atau Perineum. Bentuknya mirip telor yang dibungkus membrane sangat halus dan tipis. Letaknya tepat diatas muladhara cakra. Dari kanda inilah semua nadi-nadi keluar dan akhirnya menyebar keseluruh tubuh. Dari begitu banyaknya nadi yang ada tiga nadi utama yaitu nadi Ida, pinggala dan sushumna, yang penting adalah nadi susuhumna nadi di jalur tengah yang menjadi perhatian para Yogin.

Nadi sushumna
Nadi sushumna ini berawal dari muladhara cakra (tulang ekor) dan keberadaannya terapung di dalam terowongan tulang punggung warnanya merah seperti api. Didalam nadi sushumna ada lagi satu nadi yang dinamakan Wajra nadi yang bercahaya putih cemerlang bagaikan matahari, yang mengandung sifat-sifat nafsu dan tenaga gaib. Kemudian didalam nadi Wajra ini ada lagi yang disebut nadi Citra, inilah yang bersifat suci murni yang warna putih seperti bulan. Chitra inilah yang sangat disukai oleh para yogi dimana bentuknya seperti benang kecil dari bunga teratai, terang benderang memancarkan lima warna, letaknya ditengah-tengah dari sushumna. Bagian ini yang terpenting dari tubuh kita, bagi yang mengetahui inilah jalan utama menuju “sorga”. Inilah yang memberi kebahagiaan abadi. Dengan bermeditasi pada cakra yang keluar dari chitra nadi, seorang yogi dapat membasmi dosa-dosa dan akan mencapai kebahagiaan tertinggi dan ini juga yang akan memberikan kebebasan spiritual. Kalau nafas mampu sampai memasuki jalur nadi ini pikiran menjadi teguh dalam tenang dan menjadi tetap stabil.Bila kita bermeditasi pada nadi ini tepat pada saatnya nadi sushumna bekerja, kita akan mengalami keadaan transeden yang luar biasa. Namun bila nadi-nadi masih dipenuhi kekotoran, jelaslah nafas tak akan mampu melalui nadi ini, untuk mengatasinya lakukanlha pranayama dengan pranayama maka nadi-nadi akan dibersihkan. Didalam “citra” ini terdapatlah saluran yang sangat kecil dan halus yang disebut “brahma nadi”. Dari sinilah 7 cakra-cakra utama itu muncul dan sekaligus sebagai jalur kenaikan Kundalini yang paling Utama yang akan menyatu ke Siwa, inilah diistilahkan jalan “utamaning utama” jalan menuju Moksah, jalan untuk menyatukan diri dengan YM Kuasa atau jalan menuju pembebasan total.
“Sangat sulit mencapai kebahagiaan abadi apalagi mencapai moksah”
“Sangat tinggi keegoan seorang yogi, tak cukup dia mencapai sorga malah yang diinginkan adalah moksah”
“Tancapkan bathinmu untuk mencapai moksah, bila jatuh masih ada kebahagiaan sorga menangkapmu di bawah”

NADI IDA DAN NADI PINGGALA
Nadi ida dan pinggala berada diluar tulang punggung,kedua nadi halus ini juga dikenal sebagai Nadi Bulan dan Matahari, Yin dan Yang  atau dalam ilmu fungsinya sama dengan syaraf simpatik dan parasimpatik. Yaitu suatu energi yang mengalir kesisi tubuh sebelah kiri dan kanan.
Pembersihan nadi dengan menggabungkan mantra bersama pernafasan klik disini
Pembersihan Nadi dengan pernafasan OM
Sebelum memanfaatkan Om sebagai pembersihan ada baiknya diketahui dulu tentang Wija mantra ini, bila tak tahu penyatuan mantra ini tiada manfaat juga bila digunakan. Om yang merupakan gabungan aksara Suci Am-Ah (kaka-angsa) / So Ham (Siwo ham ); Am = badan kita dari bagian leher ke bawah dan Ah = kepala kita, Am= badan fisik dan Ah = badan halus . akasara “Am” membelah diri jadi “Ang dan Ung” dan aksara “Ah” menjadi “Mang” atau dari Am-Ah menjadi A,U dan M. Aksara “A” penguasai dari daerah perut kebawah berwarna “Merah”, sebagai pencipta, Brahma Dewanya, aksara “U” berada di daerah dada berwarna “Hitam” sebagai pemelihara dunia Wisnu Dewanya, dan aksara “M” berkuasa di daerah kepala sebagai penguasa ahamkara, putih warnanya, melebur sifatnya dan Dewanya adalah Siwa. Kedudukan AUM diatas yang menempati tubuh secara keseluruhan, sekarang saya akan uraikan AUM yang berada ditiap-tiap bagian kecil tubuh kita :
AUM yang menempati posisi pikiran, A menempati pikiran dalam keadaan sadar, yang menyebabkan tubuh beraktivitas, U menempati pikiran bawah sadar yang menyebabkan tubuh beristirahat atau tidur dan memberi berbagai mimpi, dan M berada dalam supra sadar tempatnya ahamkara (keegoan dan kesadaran diri) ini slalu berada dalam keadaan terjaga atapun tidur.
AUM yang menempati pada mata fisik, A berada dalam Koenea mata, U berada dalam hitamnya mata dan M berada dalam putihnya mata
AUM yang menempati organ dalam di dada, A berada pada lever (hati), U pada empedu dan M pada jantung....tunggu kelanjutannya