tentang-kundalini

Kundalini Shakti

Kundalini

Setiap orang memiliki Energi ini yang tersembunyi dalam tubuh kita. Energi Kundalini merupakan energi sangat besar seperti energi Nuklir yang berada dalam tubuh. Dapat dibayangkan betapa besarnya energi yang ada dalam tubuh kita, bila energi ini mampu kita bangkitkan. Untuk membangkitkan energi Kundalini perlu pengetahuan yang cukup terutama mengenai Cakra Utama. Selain pengetahuan tersebut sangat dibutuhkan pula seorang penuntun/ pembimbing yang benar-benar mengetahui tentang kebangkitan Kundalini atau seorang Guru spiritual.

Dalam ajaran Yoga, energi Kundalini disimbulkan sebagai Ular Sakti dalam keadaan tidur dengan kepala menghadap ke bawah yang melilit pada Lingga Swayambu Siwa dengan tiga setengah lilitan utama.  Kundalini adalah Ibu yang melindungi kita, Ibu alam semesta sering disebut sebagai Ibu Durga ( Hyang Nini Bagawati), Ibu Gayatri dan Ibu Saraswati. Untuk membangunkan Energi Sakti ini ada berbagai macam cara dan dengan latihan tertentu.
Latihan dan cara membangkitkan Energi sakti atau Kundalini serta cara mengatasinya akan penulis bahas pada Buku Ibu Kundalini Sakti secara khusus.

Disini penulis hanya memaparkan secara singkat kebangkitan Kundalini Sakti. Teja Surya membangkitkan Kundalini Sakti dengan cara membersihkan terlebih dahulu seluruh cakra-cakra Utama dan ketiga Nadi Utama. Proses yang dilakukan Teja Surya secara bertahap dan pelan-pelan sehingga tidak membahayakan bagi tubuh fisik.
Teja Surya membersihkan dan membuka saluran-saluran yang akan dilewati oleh energi Kundalini, mulai dari kepala sampai keujung kaki, sehingga memudahkan proses kebangkitan Kundalini Sakti. Sistem pembersihan Teja Surya merupakan kebalikan dari pembersihan kebangkitan Kundalini Sakti. Kebangkitan Energi Kundalini Sakti membawa dua pengaruh yaitu pengaruh positif dan negatif.

Bila kebangkitan Kundalini menuju kearah negatif ini akan berakibat kurang baik, ada beberapa hal yang dipengaruhi yaitu bisa menyakiti tubuh fisik, ini bisa bersifat benar-benar nyata atau akan merubah sifat, emosi, tingkah laku dan lainnya kearah negatif.
Untuk menjaga hal–hal yang tidak diinginkan ini maka Teja Surya memberi jalan terlebih dahulu. Kebangkitan dan pembersihan Kundalini Sakti bermula dari Cakra Muladhara (tempat bersemayamnya Kundalini) menuju Cakra Sahasrara (Berstananya Sanghyang Siwa / Sanghyang Tunggal / Sanghyang Guru) melalui Nadi Susumna yang terletak di Tulang Punggung. Begitu Kundalini bangkit dari Cakra Muladhara secara langsung akan membersihkan Cakra Muladhara terlebih dahulu.

Setelah Cakra Muladhara bersih, Kundalini menuju naik membersihkan Cakra Swadhistana, setelah Cakra ini bersih Kundalini naik membersihkan Cakra Manipura dan seterusnya sampai pada Cakra Sahasrara. Tujuan Utama kebangkitan Kundalini adalah untuk membersihkan Karma negatif yang melekat pada tubuh kita.

Bila energi Kundalini telah mencapai Cakra Sahasrara ini adalah sesuatu yang sangat diharapkan karena Penyatuan Kundalini (Hyang Nini Bagawati) dengan Sanghyang Siwa merupakan berkah dari Maha Agung hingga kita mencapai kesadaran yang Agung ( kesadaran Somia/Budhi)

 

KUNDALINI SHAKTI

Kundalini lebih umum diartikan gulungan, suatu kekuatan berada di “Kunda “ yaitu suatu tempat atau mandala yang berbentuk segi empat (muladhara cakra), melingkari “Linga” tiga setengah lingkaran yang berada diatas “Yoni” Kundalini yang berwujud ular berada di muladhara cakra dan di dalam muladhara ada linga dan yoni disinilah Ibu Kundalini sebagai suatu kekuatan berdiam diri.Kundalini dikenal juga dengan berbagai sebutan diantaranya:Ibu Durga, Ibu kala-kali,Ibu Bhuta, Ibu semesta, Ibu Bagawati dan sebagainya, semua nama Ibu adalah Dirinya. Dia juga disebut sebagai Ibu Prana, Daya Bathin yang tertidur atau energi laten apapun istilah namanya semuanya mengacu padanya.Saya menghaturkan sembah bhakti wahai Ibu Agung ..Ibu energi….

Om, Saraswati gurur ya namaha

Kundalini yang akan saya jelaskan di bawah ini adalah menurut versi Teja Surya, nanti apa bila menurut Anda kurang pas dengan apa yang dipelajari sebelumnya mohon dimaklumi, apapun yang saya jelaskan nanti adalah apa yang saya alami dalam mengenal Ibu Kundalini juga cara membangkitkannya sekaligus inilah keegoan saya dalam memaknainya, selanjutnya harapan saya jadikan ini sebagai pengetahuan tambahan mengembangkan pengetahuan Kundalini Anda, semuanya berpulang pada keyakinan diri masing-masing.

Om Narayana, Om Narayana, Om Narayana

“Ya Tuhan yang aku sembah sebagai Narayana tuntunlah aku memaparkan apa yang aku ketahui semoga pengetahuanku ini tiada menyimpang dan menyesatkan, semoga pengetahuan Siwa, kebenaran Wisnu dan inspirasi Brahma selalu melandasi semuanya…Om Sri Hare Wisnu…tat astu astu”

Kundalini yang berawal dari suku kata mistik “Kunda” yang berarti tempat pemujaan berbentuk segi empat yang biasanya dipakai dalam Agni Hotra. Kunda dianggap sebagai “mulutnya Tuhan” dan api yang berkobar yang membakar setiap persembahan dianggap sebagai lidahnya Tuhan. Sehingga agni hotra dianggap sebagai persembahan langsung kepada Tuhan. Kunda yang juga disebut sebagai mandala atau tempat dasar seperti halnya dasar bangunan sebuah rumah, dasarnya haruslah kokoh, khususnya dalam spiritual. Dasar itu adalah pengetahuan.spiritual (jnana) khusus dalam hal ini adalah pengetahuan Kundalini. Pengetahuan bagaikan cahaya matahari menghilangkan kegelapan malam, demikian juga orang yang berjalan di jalan spiritual tanpa pengetahuan sama seperti berjalan di jalan yang gelap, tak akan tahu arah. Orang dalam keadaan begini sangat mudah terkena asutan ataupun sugesti karena dalam keadaan kurang pengetahuan Cobalah renungkan sejenak benarkah pengetahuan mendasari semuanya?
Kunda adalah tempatnya api kundalini bersemayam yang tiada lain adalah Muladhara Cakra. Cakra yang berdaun empat yang berada tepat diujung tulang ekor .Empat keadaan kesadaan yang diwakili oleh daun teratai berwarna merah cerah seperti matahari yang baru terbit.

Sebagai simbul empat jaman yaitu masa lampau,sekarang,akan datang dan setelah kematian, empat keadaan : keadaan jaga, antara jaga dan tidur, bermimpi dan tidur tanpa mimpi, empat proses kehidupan :bayi,dewasa,berumah tangga dan lanjut usia,empat dasar kehidupan : kebenaran, artha, keinginan dan pembebasan.
Didalam muladhara cakra terdapatlah linga dan yoni, Linga sebagai simbul Purusa (alat pembiak laki-laki/venis) dan Yoni sebagai simbul Pradana (alat pembiak wanita/vagina).Linga dan Yoni yang berada di muladhara cakra lebih dikenal dengan nama Linga Swayambhu Siwa.

Disinilah energi kundalini bersemayam dalam wujud ular dalam keadaan tertidur dengan kepalanya menghadap kebawah. Energi ini dapat menjadi incaran para penekun spiritual karma dengan membangkitakan energi ini segala kekautan akan jadi miliknya. Dan bener bahwa energi kundalini adalah energi yang dasyat ,energi yang berada disetiap manusia entah disadari ataupun tidak. Dia menjadi buah bibir bagi para penekun Yoga yang menginginkan siddhi atau kekuatan mengalir dalam dirinya.

Bagi penekun Yoga yang murni bertujuan menyatukan diri dengan YM Kuasa energi kundalininya dibangkitkan hanya untuk mencapai tahapan Samadhi.
Energi Kundalini adalah bersifat aktif maksudnya energi ini apabila telah dibangkitkan Dia akan bergerak naik terus tanpa bisa disetop hanya bisa diarahkan perjalannya sesuai kesadaran yang mengarahkan. Bila kesadaran yang mengarahkan itu rendah maka kasarlah energi yang mengalir demikian juga bila kesadaran spiritualnya tinggi halus dan lembutlah aliran energi itu. Aliran nergi kundalini dapat diibaratkan sebagai polaritas “negative” dalam arus listrik searah (DC) atau seperti aliran listrik pada sebuah battery.

Polartas negative akan mengalir menuju polaritas positif, dan polaritas positif itu ada di ubun-ubun di Sahasrara Cakra tempat kedudukan Siwa Yang Agung . Siwa yang pasif yang diam namun vibrasinya menyebar memenuhi alam. Siwa yang tunggal (Eka) sekaligus banyak (aneka). Siwa yang diam di sahasrara maksudnya pancaran vibrasinya berdiam di sahasrara masing-masing orang. Beliau duduk dengan sikap siddhasana kesayanganNya, Beliau yang tubuhnya cemerlang bagaikan pantulan sinar matahari pada gunung salju, yang rambutnya dijalin rapi , yang mengalirkan air suci gangga, dikelilingi bulan sabit yang indah, memakai ular sebagai kalungNya, yang berleher biru, tubuhnya yang dilumuri wibhuti, kedua tangaNya terangkat memberi berkat dan memberi pembebasan dari segala ketakutan, yang dihiasi kulit harimau sebagai pakaianNya, yang duduk diatas bunga teratai ribuan daun keemasan, yang tersenyum memancarkan vibrasi kedamaian….
Ibu Kundalini yang juga disebut Ibu Durga, Ibu Kala dan Kali, Ibu Bhuta, Ibu Semesta ,Ibu Bagawati dan semua nama Ibu adalah Dirinya. Beliau lebih terkenal sebagai Ibu Durga, sosok Ibu yang sangat menyeramkan Kesan ketika menyebut namaNya akan menakutkan setiap yang mengetahuinya. Ibu yang memerintah para Bhuta untuk menyebarkan penyakit sehingga wajah Ibu Durga kususnya di Bali di wujudkan sebagai “Rangda” yaitu simbulis kekuatan. Cobalahlah perhatikan gambar dibawah :

rangdab

Rambut putih panjang terurai sampai ketanah, diatas kepalanya adalah api kekuatannya sendiri, mata melotot menorot memancarkan cahaya ungu kematian, dengan taring tajam dan panjang-panjang, lidah panjang dipenuhi api angkara murka, kuku jarinya yang panjang siap mencabik-cabik menyakiti,lengkingan suaranya yang membuat seluruh bulu kuduk berdiri menakutkan, beliau duduk diatas singa berambut emas sebagai wanahannya. Inilah sedikit gambaran Wujud Ibu durga sekaligus Ibu kundalini, Ibu yang menguasai kekuatan Siwa.

Sekarang saya akan ajak Anda memaknai wujud yang sera mini, wujud yang sesungguhnya ada didalam diri setiap orang. Apakah wujud beliau bila didalam diri kita? Semua sifat, pikiran dan keinginan jahat ini digamabrkan sebagai wujud yang sangat menyeramkan. Mungkin Anda akan geram melihat ataupun mendengar bila orang lain berbuat kejahatan, atau anda akan takut bertemu dengan orang yang sudah diketahui jahat,tapi banyak yang takut melihat wujud seram seperti melihat rangda ini dan mereka tidak tidak takut kala pikiran dan keinginan mereka menyakiti atau saat ingin membunuh orang lain.

Kalau saja disadari bahwa didalam diri ada wujud seram ini, tidak seharusnya orang takut melihat wujud rangda yang memang seram dan menakutkan. Wajarlah Kita takut bila melihat wujud seram tapi lebih takutlah pada wujud seram yang ada pada diri kita, jangan sampai wujud itu menyeramkan bagi orang lain.

Kundalini adalah Energi yang sangat besar tersimpan didalam diri, sekarang coba pahami tentang “energi” energi ya energi seperti halnya energi listrik. Listrik akan menyalakan bohlam pijar atau lampu neoan atau menyalakan berbagai peralatan elektronik dan peralatan listrik lainnya. Demikian juga energi kundalini, kita membangkitkan energi kundalini apakah untuk kekuatan, untuk meningkatkan kesadaran, untuk penyembuhan, untuk kewibawaan untuk memenuhi material atau untuk menyalakan sifat dan mental yang ada dalam diri kita.

Kundalini akan mengaliri energinya kearah yang kita ingini. Kebangkitan aliran energi Kundalini ditentukan sekali oleh tingkat kesadaran kita atau dengan kata lain kitalah yang mengolahnya, kitalah sebagai pengendalinya. Jadi energi kundalini sangat besar manfaatnya untuk apapun bisa tergantung kecerdasan dan pengetahuan yang diketahui. Namun yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa energi itu tetaplah energi Dia akan mengikuti kesadaran kita sendiri, mengikuti pola pikiran kita kalau kita berpikiran kearah kebajikan maka Dia akan menjadi kekuatan dalam menjalankan kebajikan namun bila pikiran kita dipenuhi ide-ide kejahatan maka kitapun akan dijadikan orang jahat.

Celakanya bila energi ini naik dan seseorang yang kurang pengetahuan untuk mengendalikannya terutama disaat dia jatuh, bukannya energi ini menolong kita malah akan menjadikan kita semakin jatuh tersungkur, jadi hati-hatilah bermain-main dengan Kundalini. Tapi beda bila energi ini dibangkitkan hanya sebatas sugesti diri atau disugesti oleh orang lain, bisa jadi bukan asli itu energi kundalini tapi energi yang ada pada setiap orang yang menyabot atau mengatasnamakan energi kundalini.

 

Kenapa Kundalini disimbulkan sebagai Ular?

Karena begitulah perjalanan energi kundalini di dalam tubuh yang mengalir disetiap nadi-nadi halus kita terutama tiga nadi utama yaitu nadi Ida, Pinggala dan sumsumna. Dia berjalan meliak-liuk layaknya seperti seekor ular yang mulutya siap mengeluarkan Bisa (racun). Racun bila dosisnya tepat maka akan jadi obat dan bila salah akan menyebabkan sakit.