Dewa - Dewi
Ditulis oleh Administrator    Rabu, 16 Januari 2008 08:10    PDF Cetak E-mail
Dewa Siwa

Patung raksasa Dewa Siwa yang sedang bermeditasi
Patung raksasa Dewa Siwa
yang sedang bermeditasi
Gelar sebagai Dewa pelebur
Ejaan Sansekerta:शिव atau श्रीशिव; Śiva
Golongan:Dewa
Kediaman:Gunung Kailash
Senjata:Trisula
Pasangan:Dewi Parwati, Dewi Uma,
Dewi Durga, Dewi Kali
Wahana:Lembu Nandini

Siwa (bahasa Sansekerta: शिव atau श्रीशिव, Śiva), atau kadangkala ditulis Shiva, menurut ejaan bahasa Inggris, adalah salah satu Dewa Utama, Siwa

Dalam ajaran agama Hindu, Dewa Siwa (Çiwa / Shiva) adalah manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai pelebur, melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga segala ciptaan Tuhan tersebut harus dikembalikan kepada asalnya (Tuhan).

Dalam keyakinan umat Hindu (khususnya Hindu India), Dewa Çiwa memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan karakternya, yakni:

  • bertangan empat, masing-masing membawa:
    trisula, cemara, tasbih/genitri, kendi
  • bermata tiga (tri netra)
  • pada hiasan kepalanya terdapat ardha chandra (bulan sabit)
  • ikat pinggang dari kulit harimau
  • hiasan di leher dari ular kobra
  • kendaraannya lembu nandini
(bahasa Sansekerta: शिव atau श्रीशिव, Śiva), atau kadangkala ditulis Shiva, menurut ejaan bahasa Inggris, adalah salah satu Dewa Utama, Trimurti dalam agama Hindu yang berjumlah tiga. Kedua dewa lainnya adalah Brahma dan Wisnu.

Orang bijaksana memberinya gelar Dewa angin dan Dewa cinta kasih. Beliau tampak sebagai Dewa yang memancarkan kasih sayang kepada makhluk hidup. Sebaliknya bagi orang yang hidupnya penuh dosa, Beliau tampak sebagai Dewa yang menyeramkan, matanya melotot dan memegang banyak senjata, seolah-olah hendak membinasakan apapun yang ada di hadapannya.

Dewa Siwa memiliki sakti Dewi Uma dan Durgha. Dewi Uma merupakan Dewi yang tampak sangat cantik dan lemah lembut sedangkan Dewi Durgha merupakan Dewi kematian yang tampak menyeramkan, mata melotot dan tangannya penuh senjata.

Di Bali, beliau dipuja di Pura Dalem, sebagai Dewa yang mengembalikan manusia ke unsurnya, menjadi Panca Maha Bhuta.

Dalam pengider Dewata Nawa Sanga, Dewa Siwa menempati arah tengah dengan warna panca warna. Beliau bersenjata padma dan mengendarai lembu nandini. Aksara sucinya I dan Ya. Dipuja di Pura Besakih.

Dalam tradisi Indonesia, kadangkala Siwa disebut Batara Guru.

Putera Dewa Siwa

Menurut cerita-cerita keagamaan yang terdapat dalam kitab-kitab suci umat Hindu, Dewa Siwa memiliki putera-putera yang lahir dengan sengaja ataupun tidak disengaja. Beberapa putera Dewa Siwa tersebut yakni:
  1. Dewa Kumara (Kartikeya)
  2. Dewa Kala
  3. Dewa Ganesa