Latihan Awal Membangkitkan Kundalini

Kundalini

Berikut dibawah ini adalah latihan awal dalam proses pembangkitan energi Kundalini Shakti.

LATIHAN PERSIAPAN

Latihan asana atau duduk dalam sikap bersila yaitu sikap “siddhasana”. Ini adalah sikap duduk yang sangat saya anjurkan dimana sikap ini adalah sikap kesayangan Siwa. Banyak orang memuji sikap duduk ini Swami Siwananda mengatakan sikap ini lebih baik dari padmasana terutama untuk melakukan meditasi dan meningkatkan daya bathin atau menaikan energi kundalini. Seperti namanya yaitu Siddhasana atau asana (sikap duduk) siddha (kekuatan) jadi sikap ini bertujuan untuk mengalirkan atau mendapatkan kekuatan kekuatan.

Caranya adalah : taruh salah satu tumit kaki sampai menyentuh lubang dubur dan tumit kaki yang lain menyentuh sedikit diatas kemaluan. Kedua kaki diatur sedekian rupa, sehingga kedua pergelangan kaki saling bersentuhan. Kedua tangan diletakan diatas langkuan lutut dan tegakan tulang punggung, kepala juga harus diperhatikan betul jangan sampai terlalu kedepan ataupun kebelakang.Yang perlu diperhatikan bahwa sikap ini kurang cocok untuk para wanita.

Pranayama

Pranayama berasal dari kata Prana dan yama, Prana adalah energi hidup yang vital atau seluruh energi yang ada di alam ini dan “yam” itulah wija mantra untuk di anahata cakra, cakra yang berunsur udara, jadi Pranayama adalah energi hidup yang berasal dari udara. Energi ini bersifat halus, Dia berupa aliran udara pernafasan (Nafas), atau Prana yang berwujud di luar, Prana nafas dianggap masih bersifat kasar. Dengan memahami dan mampu mengatasi nafas kasar ini, kita juga akan mampu memahami dan mengatasi Prana halus yang ada didalamnya.Mengatasi Prana berarti mampu mengatasi pikiran dan Cipta (buddhi) dan pikiran ataupun cipta tak akan dapat bergerak bila tanpa pertolongan Prana.

Prana itu adalah tenaga yang tertidur didalam diri setiap orang yang meliputi dan berada dimana-mana atau disekeliling kita. Hawa panas, dingin, cahaya, Listrik, magnetis, getaran dsb adalah wujudnya Prana. Prana berhubungan serat dengan pikiran, pikiran berhubungan dengan cipta, cita dengan kehendak, kehendak dengan Jiwa individu sesorang, Jiwa dengan Yang Maha Kuasa. Prana itu berada di dalam hati setiap orang dan Dia hanyalah ada satu saja, namun memiliki banyak tugas dan fungsi, Dia memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Prana secara garis besar membagi tugasnya menjadi lima yaitu : Prana, apana, samana, udana dan Wyana. Kelima macam prana ini karena melakukan tugasnya yang berbeda Dia-pun menempatkan diri pada tempat-tempat tertentu di tubuh kita. Saya akan ulas sedikit tentang kelima Prana ini hanya secara garis besarnya saja sesuai tempat, warna dan tugasnya.

  1. Prana berwarna kekuningan bertempat di anahata cakra (dada) bertugas melakukan Pernafasan, Dia memiliki sub. Prana yaitu Naga, membuat orang berserdawa dan tersedu –sedu
  2. Apana berwarna merah jingga bertempat di Muladhara cakra (pantat) bertugas dalam alat pembuangan,untuk membuang kotoran dan kencing, Dia memiliki sub. Prana yaitu Kurma, untuk membuka dan menutup atau mengedipkan mata.
  3. Samana berwarna kehijauan bertempat di Manipura cakra (perut) bertugas sebagai pencernaan, Dia memiliki sub Prana yaitu Krikara, menyebabkan adanya rasa lapar dan haus.
  4. Udana berwarna kebiruan bertempat di Wisudha cakra (tenggorokan) bertugas untuk menelan sesuatu, saat tertidur tanpa mimpi prana inilah membawa sang jiwa menuju ke Brahman dan saat kematian paran ini yang memisahkan badan halus dgn fisik, Dia memiliki sub prana yaitu Dewadata, membuat orang menguap
  5. Wyana berwarna merah muda bertempat di swadhisthana cakra ( daerah sexual) di seluruh tubuh bertugas pada peredaran darah, Dia memiliki sub prana yaitu Dananjaya, mengeluarkan keringat, mengeluarkan hal yang buruk dari badan.

Apabila sesorang mampu mengendalikan jalan nafasnya atas pikiran dan kemauannya sendiri maka dia dikatakan mengeluarkan energi bathin melalui adnya cakra segala perintah pikirannya akan diikuti oleh orang lain (menghipnotis). Dalam Hatha yoga pelajaran yang terpenting adalah mengenal kelima elemen Prana ini, seorang Hatha yogi mengganggap Prana Tattwa (unsure prana) lebih utama dari Manas Tattwa ( unsure pikiran) dengan alasan kenyataan bahwa Prana nafas selalu ada meskipun diwaktu tidur nyenyak tanpa mimpi, sedang pikiran saat itu telah ikut tertidur atau dianggap tak berfungsi/tak bekerja (hilang datu-nya), sehingga Prana nafas memainkan peranan lebih penting dari pada pikiran.

Dalam tahapan awal mempelajari Hatha yoga, Raja Yoga dan mantra Yoga, aliran nafas atau Pranayama sangatlah penting untuk dipahami dan dipratekkan terutama bagaimana caranya dapat mengatasi gelombang-gelombang energi (prana) yang ada dalam setiap tarikan nafas melalui pikiran, barulah nantinya akan mengetahui Rahasia Prana umum yang ada pada diri kita. Seorang yang menguasai pengetahuan tersebut tak akan takut dengan kekuatan apapun.
Untuk dapat menaikan energi Kundalini dengan aman dan lebih cepat, tentunya bersihkan dulu jalan yang akan dilalui oleh kundalini tersebut. Jalan itu adalah tiga nadi utama yaitu Ida, Pinggala dan sushumna.Ibarat Kundalini seperti aliran air bah yang besar di sungai (nadi) dengan daya tekanan arusnya sangat deras dan kuat. Apabila sungai tidak bersih dipenuhi kekotoran sampah yang menumpuk ataupun banyak tumpukan bebatuan, dapat anda bayangkan apa yang akan terjadi? Pasti air akan meluap atau terjadi banjir besar menenggelamkan rumah menghanyutkan dan menyakiti kita.
Atau seperti aliran air di dalam pipa, kalau pipa yang akan dialiri air dengan tekanan yang sangat kuat sedangkan pipanya masih disumbat oleh tanah atau kekotoran lain, apakah aliran air akan lancar? Ya mungkin saja ada setetes rembesan air yang dapat dirasakan, namun perlu diingat bila benar energi kundalini yang bangkit secara penuh maka apapun yang menumpat pipa akan didobraknya, itu berarti ada kemungkinan pipanya jadi pecah karena tekan yang maha dasyat tak bisa dihentikan. Jangankan pipa varalon plastic pipa besipun akan cebol dibuatnya…tolong sadari akan hal ini, jangan tergesa-gesa membangkitkan kundalini kalau belum benar-benar bersih nadi-nadi kita.

Nah, bagaimana cara membersihkan nadi-nadi tersebut, apakah hanya dengan sekali pembersihan atau hanya mengandalkan sentuhan oleh seorang guru? saya yakin Tidak !! pembersihan harus dilakukan berulangkali dengan melakukan “Pranayama”. Sudah dikatakan oleh para pendahulu Yoga besar yaitu, SiwaPranayama adalah latihan pernafasan Kundalini yang saya ciptakan khusus untuk menaikan api kundalini shakti.

Pranayama ini dilakukan dengan penuh disiplin diri, dilatih pagi dan sore minimal 10 menit setiap kali latihan. Dalam melakukan pernafasan ada dua cara yang akan saya berikan :

Pernafasan duduk:

Duduklah dalam sikap siddhasana, kemudian berusaha tenangkan diri dan tegakkan posisi tulang punggung, dada agak dibusungkan namun tetap rilek dan santai. Sekarang tempatkan salah satu tangan di hidung, gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menekan atau menutup kedua lubang hidung. Sekarang tekan/tutup lubang hidung kanan dengan salah satu jari tangan kemudiaan tarik nafas melalui lubang hidung kiri sebanyak 7 dt, selanjutnya tahan nafas diperut sambil tutup kedua lubang hidung, tahan sebanyak 28 dt, kemudian buka jari tangan yang menutup lubang hidung sebelah kanan dan hembuskan nafas 14 dt, ini baru satu putaran sekarang lanjutkan putaran kedua. Narik nafas dengan hidung kanan yang masih terbuka, kemudian tutup kedua lubang hidung tahan nafas diperut, hembuskan nafas dengan lubang hidung kiri, hitungan nafas sama dengan yang diatas. Untuk putaran selanjutnya kembali dengan cara diatas demikianlah system pernafasan untuk selanjutnya.
Lakukan teknik pernafasan ini secara rutin tiap hari selama 2 minggu.

Selanjutnya lakukan pernafasan yoga dengan perbandingan 1 : 4 ; 2 ; 2 

Sambil tetap melakukan teknik pernafasan diatas namun tidak setiap hari sekarang lakukan tekhnik-tekhnik pembersihan nadi yaitu suatu jalur halus yang akan menjadi jalan kundalini saat naik menuju cakra-cakra utama. Nadi ini adalah urat-urat astral, yang membentukpun dari bahan astral atau ether (gas), yang berisi mengalairkan energi prana atau mengalirkan energi kundalini keseluruh tubuh. Nadi berasal dari bahasa Sankertha” Nadi” dari suku kata “Nad” yang artinya “gerak” Energi hidup atau prana bergerak atau mengalir melalui nadi-nadi tersebut.

Karena nadi- nadi tersebut terbuat dari zat yang halus (gas/etheris) sehingga nadi ini tak mampu dilihat secara kasat mata. Nadi yang dimaksudkan disini bukan nadi urat darah seperti yang dikenal dalam ilmu kedokteran, nadi ini memang seoalh menyatu dengan dengan nadi urat darah namun kerjanya dan tugasnya berbeda.Ditubuh kita berisi ribuan nadi-nadi tak dapat dihitung jumlahnya, secara teori dikatakan jumlah nadi itu sekitar 72.000 nadi besar dan kecil.

Nadi-nadi ini sangat penting dikenalai khususnya dalam mempelajariYoga Kundalini. Bila Kundalini Shakti telah dibangkitkan atau bangun, maka energi kundalini akan mengalir melalui nadi – nadi tersebut, terutama tiga nadi besar yaitu : Nadi Sushumna, Ida dan pinggala dan ini akan terjadi apabila nadi –nadi tersebut telah bersih. Maka tindakan pertama yang harus dilakukan bila ingin menaikan energi Kundalini adalah membersihkan ketiga nadi utama ini.

Pengetahuan yang luas tentang Nadi dan cakra-cakra sangatlah penting terutama tempatnya, cara kerjanya, manfaatnya, sifatnya ataupun tugasnya.  Kenapa ini harus diperhatikan ? Karena baik nadi- nadi ataupun cakra-cakra sangat berpengaruh atau berhubungan sangat erat terhadap tubuh fisik. Juga karena pusat – pusat urat nadi kasar berhubungan erat dengan pusat nadi halus, getaran-getaran halus yang terjadi dipusat nadi fisik dengan frekwensi tertentu menentukan juga getaran di pusat nadi yang halus, demikian juga sebaliknya, Setiap terjadi persilangan dari urat nadi fisik yang biasanya disebut pusat jaringan ( Pleksus). Pleksus secara ilmu kedokteran yang terkenal adalah:
• Cervical (bagian leher)
• Brachial ( bagian tangan atas)
• Coceygeal (bagian pucuk tulang punggung)
• Lumbar (bagian pinggang)
• Sacral ( Tulang ekor)
• Cardlac ( Jantung )
• Esophageal (bagian tenggorokan)
• Hepatic ( bagian limpa)
• Pharyngeal (bagian rahang)
• Pulmonary (bagian paru-paru)
• Ligual (bagian lidah)
• Prostatic (bagian kandung kemih)
• Dll.

Demikian juga dengan nadi-nadi halus setiap persimpangannya akan memunculkan “padma “ atau bunga teratai/lotus yang sering disebut Cakra.
Semua nadi-nadi keluar dari Kanda yaitu pusatnya nadi, dan ini adalah tempat bertemunya nadi sushumna dengan Muladhara cakra. Kanda ini letaknya diantara lubang pantat dengan kemaluan atau Perineum. Bentuknya mirip telor yang dibungkus membrane sangat halus dan tipis. Letaknya tepat diatas muladhara cakra. Dari kanda inilah semua nadi-nadi keluar dan akhirnya menyebar keseluruh tubuh. Dari begitu banyaknya nadi yang ada tiga nadi utama yaitu nadi Ida, pinggala dan sushumna, yang penting adalah nadi susuhumna nadi di jalur tengah yang menjadi perhatian para Yogin.

Nadi sushumna

Nadi sushumna ini berawal dari muladhara cakra (tulang ekor) dan keberadaannya terapung di dalam terowongan tulang punggung warnanya merah seperti api. Didalam nadi sushumna ada lagi satu nadi yang dinamakan Wajra nadi yang bercahaya putih cemerlang bagaikan matahari, yang mengandung sifat-sifat nafsu dan tenaga gaib. Kemudian didalam nadi Wajra ini ada lagi yang disebut nadi Citra, inilah yang bersifat suci murni yang warna putih seperti bulan. Chitra inilah yang sangat disukai oleh para yogi dimana bentuknya seperti benang kecil dari bunga teratai, terang benderang memancarkan lima warna, letaknya ditengah-tengah dari sushumna. Bagian ini yang terpenting dari tubuh kita, bagi yang mengetahui inilah jalan utama menuju “sorga”.

Inilah yang memberi kebahagiaan abadi. Dengan bermeditasi pada cakra yang keluar dari chitra nadi, seorang yogi dapat membasmi dosa-dosa dan akan mencapai kebahagiaan tertinggi dan ini juga yang akan memberikan kebebasan spiritual. Kalau nafas mampu sampai memasuki jalur nadi ini pikiran menjadi teguh dalam tenang dan menjadi tetap stabil.Bila kita bermeditasi pada nadi ini tepat pada saatnya nadi sushumna bekerja, kita akan mengalami keadaan transeden yang luar biasa.

Namun bila nadi-nadi masih dipenuhi kekotoran, jelaslah nafas tak akan mampu melalui nadi ini, untuk mengatasinya lakukanlha pranayama dengan pranayama maka nadi-nadi akan dibersihkan. Didalam “citra” ini terdapatlah saluran yang sangat kecil dan halus yang disebut “brahma nadi”. Dari sinilah 7 cakra-cakra utama itu muncul dan sekaligus sebagai jalur kenaikan Kundalini yang paling Utama yang akan menyatu ke Siwa, inilah diistilahkan jalan “utamaning utama” jalan menuju Moksah, jalan untuk menyatukan diri dengan YM Kuasa atau jalan menuju pembebasan total.

“Sangat sulit mencapai kebahagiaan abadi apalagi mencapai moksah”
“Sangat tinggi keegoan seorang yogi, tak cukup dia mencapai sorga malah yang diinginkan adalah moksah”
“Tancapkan bathinmu untuk mencapai moksah, bila jatuh masih ada kebahagiaan sorga menangkapmu di bawah”

 

NADI IDA DAN NADI PINGGALA

Nadi ida dan pinggala berada diluar tulang punggung,kedua nadi halus ini juga dikenal sebagai Nadi Bulan dan Matahari, Yin dan Yang atau dalam ilmu fungsinya sama dengan syaraf simpatik dan parasimpatik. Yaitu suatu energi yang mengalir kesisi tubuh sebelah kiri dan kanan.

Pembersihan nadi dengan menggabungkan mantra bersama pernafasan klik disini

Pembersihan Nadi dengan pernafasan OM

Sebelum memanfaatkan Om sebagai pembersihan ada baiknya diketahui dulu tentang Wija mantra ini, bila tak tahu penyatuan mantra ini tiada manfaat juga bila digunakan.

Om yang merupakan gabungan aksara Suci Am-Ah (kaka-angsa) / So Ham (Siwo ham ); Am = badan kita dari bagian leher ke bawah dan Ah = kepala kita, Am= badan fisik dan Ah = badan halus . akasara “Am” membelah diri jadi “Ang dan Ung” dan aksara “Ah” menjadi “Mang” atau dari Am-Ah menjadi A,U dan M. Aksara “A” penguasai dari daerah perut kebawah berwarna “Merah”, sebagai pencipta, Brahma Dewanya, aksara “U” berada di daerah dada berwarna “Hitam” sebagai pemelihara dunia Wisnu Dewanya, dan aksara “M” berkuasa di daerah kepala sebagai penguasa ahamkara, putih warnanya, melebur sifatnya dan Dewanya adalah Siwa.

Kedudukan AUM diatas yang menempati tubuh secara keseluruhan, sekarang saya akan uraikan AUM yang berada ditiap-tiap bagian kecil tubuh kita :
AUM yang menempati posisi pikiran,

A menempati pikiran dalam keadaan sadar, yang menyebabkan tubuh beraktivitas,

U menempati pikiran bawah sadar yang menyebabkan tubuh beristirahat atau tidur dan memberi berbagai mimpi, dan

M berada dalam supra sadar tempatnya ahamkara (keegoan dan kesadaran diri) ini slalu berada dalam keadaan terjaga atapun tidur.
AUM yang menempati pada mata fisik, A berada dalam Koenea mata, U berada dalam hitamnya mata dan M berada dalam putihnya mata
AUM yang menempati organ dalam di dada, A berada pada lever (hati), U pada empedu dan M pada jantung….tunggu kelanjutannya