Saripati Spiritual
Ditulis oleh Wayan Eka    PDF Cetak E-mail
Penghancur Maya
Intisari - Saripati Spiritual
Tiada ikatan lain yang lebih besar dari ikatan "Maya" dan tiada kekuatan lain yang lebih dasyat dari Yoga untuk menghancurkannya..........alam ini yg dipenuhi ikatan prakerti yang semuanya nampak nyata bagi indera-indera sehingga indera sendiri terlena akan keindahan yang disajikan oleh alam maya.....tanpa disadari banyak kesadaran jatuh karnanya...jatuh karena kesenangan dan kenikmati duniawi.
 
PDF Cetak E-mail
Cerminan Sang diri sejati
Matahari disana adalah Matamu, segenap udara adalah Pranamu, Ruang angkasa luas adalah Bathinmu, Bumi adalah badan jasmanimu, demikianlah Diri SejatiMu ..tak terkalahkan. Bhaktikan dan abdikan dirimu pd segenap ciptaan yg berada diantara sorga dan Bumi
 
PDF Cetak E-mail
Tapa Jalan Menuju Kebenaran

Tapa adalah usaha yang tak kenal lelah untuk mencapai yang lebih tinggi; rasa sakit yang luar biasa yang harus diderita dalam melaksanakan sesuatu yang benar-benar berharga. Tapa sebagai awal dari segala sesuatu yang mulia. Kebenaran dan ketertiban,  berawal dari usaha spiritual yang sempurna, Tapas yang baik pada awal kehidupan adalah disiplin bagi siswa yang mempelajari Kitab Suci dan Mencari pengetahuan akan Kebenaran muntlak.

Tapa dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu tapa dari kelakuan fisik dan tapa dari kelakuan mental. Olah tapa fisik adalah untuk menghancurkan hawa nafsu, keinginan, atau kecenderungan pikiran serta perasaan, dan olah tapa mental adalah untuk membina kemampuan konsentrasi.

Selanjutnya, pengendalian lahir ini akan membantu pengendalian batin.

 
PDF Cetak E-mail
Kebodohan penyebab Penderitaan!

Dari semua jenis hambatan rintangan Yoga, yang menyebabkan perderitaan yang tak kunjung habisnya bagi ātma, adalah karena adanya avidyā / Kebodohan dan Ketidaktahuan. Hambatan ini akan selalu muncul jika Ia tidak mampu untuk melepaskan diri dari Kebodohan dan Keterikatan.

Kebodohan / Tanpa berpengetahuan (Awidya) menyebabkan sang Jiwa/Roh kehilangan Kesadarannya akan Jati Dirinya Sejati

Gagasan bahwa ‘aku adalah tubuhku’ adalah khayalan yang besar dan keterikatan kepada gagasan tersebut adalah penyebab dari segala ikatan. Avidyā (kebodohan) ini dapat dihancurkan dengan menyadari diri sejati dengan bantuan viveka.
 
PDF Cetak E-mail
Periasan Duniawi
Badan ini diumpamakan hiasan kereta, perbuatan baik dan buruk ibarat dunia, yang berputar antara sorga dan neraka disebut “cakraning gilingan” (roda yang selalu berputar pada sumbunya). Ātma/Roh ibarat lembu yang menarik kereta. Dewa Dewi sebagai sais, menyuruh lembu itu menarik kereta.
Itulah persamaan sang Roh yang senang menikmati objek inderanya. itulah sebabnya timbul rasa cinta, bingung, berbohong, loba, irihati, sedih, lapar dan haus, panas hati.
Demikianlah sifat semua manusia. Yang seperti ini disebut mengalami kebingungan, terbalik sebagai budak oleh budak-budaknya. Dijadikan pelayan oleh pelayannya.  maka Ia ibarat mati, terbelenggu cinta, karena cinta selalu melekat pada diri manusia, makan dan tidur, ia mengutamakan makan dan tidur, akhirnya cetana itu makin ditekan oleh tamah, karena sesungguhnya makan menyebabkan tidur pulas. Tidur membuat Ia lupa. Apabila lupa yang dibiasakan sama dengan babi yang tertidur pulas, itulah yang menyebabkan menjadi binatang seperti : sapi, kerbau, babi, semut dan sejenisnya. Bila saat menjadi binatang dikuasai oleh budi tamah, maka itu menyebabkan menjadi pepohonan, dedaunan, rumput, dan sejenisnya. Itulah jadinya apabila suka menuruti nafsu birahi.
Apabila Ia sadar akan jati dirinya, disitulah Ia menjadi bersih, Ia dapat merasakan segala senang dan susahnya badan, karena ia berada secara sadar tersembunyi dalam badan .
 
E-mail
Jalan Mewijudkan Tuhan

"Satu-satunya jalan untuk mewujudkan cahaya Tuhan adalah menyalakan cahaya spiritual dalam diri Anda dan kegelapan oleh dosa dan ketidakmurnian pun sirna. Pikirkan tentang diri sejatimu yang lebih tinggi, bukan yang lebih rendah".

Hanya dalam pikiran yang telah dimurnikan viveka dan vairagya muncul dan membawa kepada realisasi-diri. Kecuali kalau egoisme ditiadakan, ketamakan dibuang, dan pikiran dibuat tanpa keinginan (murni), realisasi-diri tidak mungkin dicapai .

» Silahkan Login /Register untuk membacanya...

 
E-mail
Tubuh Istana Pikiran dan Jiwa

"Tubuh kita sendiri merupakan pusat kerohanian yang terbaik, dan kita harus melakukan penyelidikan kita dengan jalan masuk "ke dalam" (meditasi). Dengan kemajuan spiritual, pikiran akan berkembang kapasitasnya, pikiran akan memperluas garis batasnya, hingga ia lebur dalam Entitas Tertinggi.

» Silahkan Login /Register untuk membacanya...

 
E-mail
Kebijaksanaan dalam kekaburan batin

Di dunia ciptaan Tuhan ini, Kebijaksanaan terselubung dalam kekaburan batin, jñāna terselubung dalam ajñāna. Hal tersebut sepanjang waktu tak dapat terhindarkan. Selama pelita menyala, akan ada bayangan di bawahnya; demikian pula bila api ilusi menyala, bayangan kekaburan batin tidak dapat dielakkan.

Bila kekaburan batin yang menyelubungai diri sejati dihancurkan dengan pengetahuan (kesunyataan), segala sesuatu akan menjadi terang seperti waktu matahari terbit dan akan timbul kedamaian sebagai hasilnya.

» Silahkan Login /Register untuk membacanya...

 
E-mail
Kesadaran akan Realitas Utama
‘Ia yang memusatkan perhatiannya pada Yang Maha Tahu, yang terpurba, Yang Maha Kuasa, yang lebih halus dari pada yang halus, sebagai penopang segalanya, yang wujudnya tak terpahami, yang kesemarakannya bagaikan matahari itu mengatasi kegelapan".

» Silahkan Login /Register untuk membacanya...

 
E-mail
5 Jenis Komponen Primer Tubuh
Badan halus ini mengemudikan segenap sistem syaraf dan mengatur daya kehidupan. Badan halus atau lin่ga śarīra ini berantaraksi terus dengan materi dan menjelmakan badan kasar atau sthūla śarīra, yaitu embrio biologis, evolusi berjalan terus hingga dihasilkan manusia dewasa.
Badan kasar atau sthūla śarīra dikatakan terdiri dari lima komponen primer yang dikenal sebagai pañca bhūtha atau Sthūla bhūtha, yaitu tanah, air, api, udara, dan ākaśa atau ether. Kelima bhūtha ini atau kelima komponen asli pertama ada hubungan dengan lima alat indera (hidung, lidah, mata, kulit, dan telinga) dan lima cara pengamatan (ganda, rasa, rūpa , sparśa, dan śabda).

» Silahkan Login /Register untuk membacanya...