Blogs Spiritual
E-mail
Perenungan Menyambut Siwaratri (lanjutan)
Teja Surya

Rasa takutnya semakin berkembang di dalam dirinya, dia kawatir  dan menjadi resah. Dahan yang sebagai tempat beristirahatnya membuat tubuhnya tidak nyaman..pikirannyapun mulai sulit dikuasainya. Dia menarik nafas panjang dengan harapan mampu menenangkan dirinya..sambil merasakan kegundahannya dia lemparkan pandangannya kelangit sambil emnatap bintang-bintang yang menghiasi langit. Dia hibur dirinya dengan memandangi pergerakan awan-awan..sambil memandangi awan diapun melihat suatu bentuk tergambar di awan. Kemudian diapun menoleh ke air yang tenang di bawahnya, seperti dia melihat sebagian cahaya bintang, dan cahaya itu memantul ke dedaunan yang ada diatasnya.Sejenak dia mampu menenangkan diri, ketenangannya ini terusik….dia kaget hampir saja jatuh, dia melihat ular besar berada diatasnya. Dengan sedikit keberaniannya yang tersisa dia mencari tahu ular apa yang ada diatasnya, dia goyangkan salah satu dahan kecil diatasnya..semakin kuat dia goyangkan dahan itu namun ular itu tidak bergerak..dia semakin penasaran..rasa ingin tahunya semakin besar..dia perhatikan dengan seksama sambil menguak dedauanan diatasnya…ternyata itu hanyalah cabang pohon yang melintang diatasnya,dikiranya ular. Dan bersamaan dengan itu salah satu tangannya memetik dedaunan . Entah kenapa kali ini pikirannya terarah pada daun bilwa yang dipetiknya. Dia melempar daun itu kebawah dengan sembarangan, dia perhatikan cara jatuhnya daun bilwa itu dan kejatuhan daun tepat mengenai Linga ditengah telaga..Dia mulai menciptakan permainan

» Silahkan Login /Register untuk membacanya...