|
Teja Surya -
Meditasi - Yoga
|
Meditasi Angkasa ini dapat dilakukan setelah terbiasa melakukan meditasi pembersihan Pertiwi Akasa I & II juga telah pasih melakukan meditasi Raja Diraja Yoga ( meditasi pada tiap-tiap cakra atau telah mampu melakukan meditasi pada sang Aku rendahan). Dalam meditasi ini juga sangat dibutuhkan kesadaran Jiwa, daya konsentrasi & visual yang cukup bagus artinya pikiran telah mampu membayangkan tubuh kesadaran keluar dari tubuh fisik dengan cukup jelas serta mampu membayangkan alam ruang angkasa. Dan yang terpenting dalam meditasi ini adalah memiliki niat untuk mencapai tujuan hidup spiritual yang benar-benar mantap untuk merasakan atau ingin mengalami serta meyakini keberadaan-Nya, bila bagi yang masih mempunyai tujuan untuk memiliki unsur dunia melebihi 50% saya sarankan jangan dulu melakukan meditasi ini. Bukan berarti meditasi ini tidak dapat dilakukan namun manfaatnya tak akan maksimal. Karena meditasi Angkasa ini saya ciptakan secara khusus bagi mereka yang telah mantap betul dalam menjalani jalan Yoga dan benar-benar ingin mencapai tujuan Yoga. Untuk merasakan manfaatnya secara maksimal hendaknya dilaksanakan dengan sepenuh hati.......dengan cinta bhakti pada Tuhan serta berserah diri pada Tuhan. Tuhan yang saya maksudkan adalah dia yang yang tak terdefinisikan atau sebelum mampu mencapai Dia yang tinggi bisa melalui Dia yang dapat dipikirkan atau diwujudkankan atau yang diberi nama dan rupa. Bagi yang mampu melaksakan meditasi ini dengan baik saya yakin akan merasakan ketenangan pikiran, kebahagiaan hati dan kedamaian Jiwa. Teks Tuntunan Meditasi Angkasa Duduklah dengan nyaman dan rileks Sambil duduk menenangkan diri sekarang mulai pikirkan dan rasakan aliran nafas....... baik nafas
|
|
|
Teja Surya
|
| Rasa takutnya semakin berkembang di dalam dirinya, dia kawatir dan menjadi resah. Dahan yang sebagai tempat beristirahatnya membuat tubuhnya tidak nyaman..pikirannyapun mulai sulit dikuasainya. Dia menarik nafas panjang dengan harapan mampu menenangkan dirinya..sambil merasakan kegundahannya dia lemparkan pandangannya kelangit sambil emnatap bintang-bintang yang menghiasi langit. Dia hibur dirinya dengan memandangi pergerakan awan-awan..sambil memandangi awan diapun melihat suatu bentuk tergambar di awan. Kemudian diapun menoleh ke air yang tenang di bawahnya, seperti dia melihat sebagian cahaya bintang, dan cahaya itu memantul ke dedaunan yang ada diatasnya.Sejenak dia mampu menenangkan diri, ketenangannya ini terusik….dia kaget hampir saja jatuh, dia melihat ular besar berada diatasnya. Dengan sedikit keberaniannya yang tersisa dia mencari tahu ular apa yang ada diatasnya, dia goyangkan salah satu dahan kecil diatasnya..semakin kuat dia goyangkan dahan itu namun ular itu tidak bergerak..dia semakin penasaran..rasa ingin tahunya semakin besar..dia perhatikan dengan seksama sambil menguak dedauanan diatasnya…ternyata itu hanyalah cabang pohon yang melintang diatasnya,dikiranya ular. Dan bersamaan dengan itu salah satu tangannya memetik dedaunan . Entah kenapa kali ini pikirannya terarah pada daun bilwa yang dipetiknya. Dia melempar daun itu kebawah dengan sembarangan, dia perhatikan cara jatuhnya daun bilwa itu dan kejatuhan daun tepat mengenai Linga ditengah telaga..Dia mulai menciptakan permainan
|
|
Memaknai Cerita Lubdhaka Cerita Lubdhaka telah banyak sekali diulas serta dengan penafsiran yang beragam pula namun semuanya itu masih dalam kontek penyadaran diri untuk memperbaiki kehidupan di dunia ini. Untuk menyambut Hari Raya Siwaratri, sayapun akan memaknai cerita tersebut sebatas pengetahuan dan kemampuan saja. Cerita Lubdhaka ini sangat dikaitkan dengan Siwaratri (malam siwa) yaitu malam keramat bagi umat Hindu yang diyakini sebagai penebusan /peleburan dosa. namun seiring perkembangan dan kecerdasan spiritual di Jaman Kali ini penafsiran kata "peleburan" menjadi kontroversi sehingga ada dua pendapat yang berbeda. Ada yang berpendapat kata peleburan / penebusan itu masih relevan yang tentunya tetap mempertahankan kata aslinya , yang lainnya lebih memilih kata pengampunan dari pada peleburan/penebusan.Perbedaan pendapat tersebut tentunya masing-masing mempunyai alasan serta argumennya masing-masing. saya disini tidak mengulas perbedaan tersebut,itu hanyalah istilah...untuk apa memperdebatkan istilah. Lebih baik kita jalani semampu dan sebatas pemahaman kita sendiri yang terpenting ada niat memperbaiki diri dan menjadi Hari Siwaratri sebagai Hari Perenungan atau introveksi diri selanjutnya setelah menyadari segala hal buruk yang telah diperbuat, selebihnya kita niatkan diri untuk tidak lagi melakukan sesuatu yang membawa ke jalan dosa.
|
|
|
Teja Surya -
Meditasi - Yoga
|
OM, Hamba menghaturkan sembah bhakti padaMu wahai Siwa (huruf tebal)yang suci murni, engkau adalah Tuhan alam semesta ( Jagat Pati/jagat Guru), kau mempunyai banyak nama dan rupa. Kau penghancur Tripura, penghancur keegoan, nafsu dan kemarahan. Kau adalah Sangkara, Gauri, Gangga,mahajyotir,jnanam dan chinandamaya (kebahagiaan). Kau adalah Yogiswara ( bapak para Yogi) sehingga banyak nama yang sandang.Hamba ingin mengenalmu melalui nama-nama agung yg diberikan oleh para Yogi agung, para Reshi dan para bijaksana. Wahai Mahadewa, Sangkara, Hara, Sambhu, Sadasiwa, Rudra, Sulapani, Bhairawa, Maheswara, Nilakanhta, Trilokacana, Triambhaka, Wiswanatha, Chandrasekhara, Ardhanareswara…..hmmmmmmmmm rasanya tak mungkin menyebutkan ribuan nama yg Kau miliki. Kau adalah sang pemurah hati, dengan penuh kasih Kau menghancurkan segala duka , Kau membersihkan kembali sarung-sarung psikis setiap mahluk …mendaur ulang kembali..mengevolusi tubuh fisik mahlukMu yang sudah tak layak lagi. Apakah itu karena sakit, usia tua atau sebab-sebab lain. Kau membuatnya menjadi baru ,lahir kembali. Dengan penuh kasih kau memanggil anak-anakmu
|
|
| Japa dan meditasi dari nama-nama suci Tuhan Siwa akan membebaskan kamu dari semua dosa dan mengarahkan kamu mencapai Siwa Jnanam atau kebahagiaan kekal dan keabadian.Nama Siwa adalah bener-benar menjiwai semua mantra.Tuhan Siwa telah menjelma di dlm dunia di dlm aspek yang berlainan.Wrisabharudra,Hari-Hara,NathaRaja,Bhairawa, Daksinamurti,Ardhanareswara,Bhiksanatana,
Somasekharamurti,Urdhwanatana,Kalasamhara, Jalandhara,Surasamhara, Lingodbhawa dll adalah wujudnya Siwa.Siwa itu adalah kebahagiaan abadi atau yang memberi harapan dan pemberi anugrah.Om dan Siwa adalah satu, spt dikatakan dlm Mandukya Upanisad"Santam Siwam, Adwitam".Walaupun orang berasal dari warna yang rendah dapat bermeditasi di dlm nama Tuhan Siwa.Siwa menjelma di dlm Gayatri Mantram, Agni dan Surya.Japa dan Pancasara Mantra dan meditasi dari Tuhan Siwa harus khusus dilakukan di dlm Pradosa pada ketiga belas Tithi setelah bulan penuh atau bulan bulan baru, adalah dikenal sebagai Mahapradosa.Para Dewa akan mengunjungi tempat2 suci pemujaan Siwa untuk memuja Tuhan Siwa pada periode itu.
|
|
|
Teja Surya -
Meditasi - Yoga
|
| Tgl 14 jan 2010 adalah hari siwa ratri yang merupakan hari keramat bagi umat Hindu dan hari terpenting bagi yang melaksanakan Yoga atau Meditasi, di mana saat ini diyakini sebagai malam peleburan dosa. Saya sendiri memaknai Siwa Ratri sebagai malam yang keramat untuk menyucikan atau melebur diri dari berbagai kekotoran batin. Kekotoran batin yang saya maksudkan adalah kebodohan, kebingungan, kegelapan, keegoan ataupun perbuatan buruk yang telah dilakukan, intinya kekotoran batin itu adalah yang membelungu sang jiwa agar tetap eksis berada di dalam tubuh. Kenapa saya masih menggunakan perkataan " Peleburan Dosa?" bukan penebusan ataupun pengapunan. Hal ini sesuai dengan tugas Siwa sebagai manifestasi Tuhan yaitu sebagai " Pelebur atau Pemralina" seluruh ciptaan. Kemudian kata "Ratri" berarti malam, malam itu adalah kegelapan, kegelapan secara nyata (malam gelap) dan kegelapan batin. Jelas dalam spiritual kita akan lebih banyak mengulas tentang kegelapan batin yaitu "awidya" atau kegelapan yang menyelimuti diri kita.
|
|
|
Teja Surya -
Meditasi - Yoga
|
| Dia yang disebut Atman membagi dirinya (Atmanam) menjadi dua ; sebagai Jiwa dari Nafas (prana) yang ada didalam diri setiap makhluk ( dalam Hrdaya / Hati /jantung), dan Jiwa atau Roh Matahari (Aditya) yang berada diluar sana di Matahari itu. Dengan demikian jalanpun dikatakan ada dua macam yaitu jalan yang mengarah ke dalam (arah batin), dan jalan yang mengarah keluar (alam semesta).Kedua hal tersebut sesuai dengan adanya bagian dari waktu, waktu siang dan malam hari. Yang ada diluar sana yang berwujud matahari, sesungguhnya adalah bagian Luar-nya dari Atman/Jiwa, dan bagian Dalam-nya dari jiwa berupa Jiwa Nafas. Oleh karenanya bila ingin mengukur panjang garis kehidupan bagian Dalam-nya dari Jiwa,
|
|
| Setelah saktifat Anda diharapkan melatih secara rutin Meditasi pembersihan yaitu Meditasi Pertiwi Akasa melalui tuntunan CD audio. Anda tinggal mendengarkan CD tersebut sambil langsung meditasi dan yg perlu Anda lakukan adalah berusaha membayangkan organ-organ dari tubuh Anda. Bila belum mampu membayangkan cahaya dalam membersihkan organ dalam andapun dapat membayangkan Air sebagai media pembersihan. Yang terpenting adakan niat ingin mengenal lebih jauh organ dalam yg ada di tubuh anda kemudian kunci keberhasilan disetiap meditasi adalah menyenangi meditasi itu sendiri. Inilah hal pertama yg harus mampu ditumbuhkan terlebih dahulu "RASA SENANG"
|
|
|