Ditulis oleh Ni Ketut Karwiti    Senin, 07 April 2008 07:33    PDF Cetak E-mail
Seekor Burung

Suamiku pernah memelihara seekor burung, karena suaranya yang merdu dia sangat menyayangi burung itu. Akulah yang bertugas mengurus burung itu, mulai dari memberi makan, memberi minum dan membersihkan kandangnya. Aku seringkali memperhatikan tingah laku si burung, aku sering bertanya apakah burung itu berbahagia tinggal di kandang ini? Apakah dia tidak rindu pada teman – teman atau keluarganya? Apakah dia tidak ingin merasakan terbang bebas diluar sana? Kadang aku berpikir seandainya nasibku seperti burung itu, walau tiap hari makanan dan minuman tersedia tapi badan terkurang dalam kandang tentu sangat menyedihkan. Bahkan sekedar buka internet untuk mencari informasi tentang terbitan buku terbaru saja nggak bisa, oh betapa malangnya. Aku sedih memikirkan nasib burung ini, apa yang harus kulakukan? Menyuruh suami untuk melepaskan burung itu pasti tidak mungkin. Kulepas doaku sesaat sebelum tidur. Dan burung itu datang padaku sambil menangis dia berkata: Ibu, tolonglah aku, tidakkah kau kasihan melihatku? Lihatlah aku, setiap hari aku terkurung disini. Bebaskanlah aku bu, biarkan aku pergi. Aku memeluk burung itu, dan akupun menangis mendengar perkataannya. Akupun bilang padanya : Aku menyayangimu  dan aku ingin milihatmu bahagia. Lalu burung itupun pergi meninggalku. Kurasakan kedua pipiku hangat, ternyata aku menangis dan aku tersadar bahwa barusan aku bermimpi. Pagi harinya kutengok burung itu, kuberi makan, dan kuberi dia minum. Saat aku membersihkan kandangnya, tiba – tiba aku mendengar suara burr……dan burang itupun melesat keluar. Aku kaget, tanpa sengaja - ternyata saat kandang kuberishkan, pitunya terbuka sedikit. Saat itu aku merasa sangat bahagia melihat burung itu terbang. Persis seperti dalam mimpiku. Kata – katanya masih terngiang di telingaku : Ibu, tolong aku, bebaskanlah diruku !. Kini aku harus kembali pada suamiku dan mempersiapkan diri untuk menerima kemarahannya. Sudah pasti dia akan bilang bahwa aku sengaja melepaskan burung itu…………

Terkadang tanpa kita sadari kita telah memberikan kasih yang palsu kepada mahluk  lain, bukan kebahagian yang mereka dapatkan melainkan penderitaan mereka malah bertambah. Milikilah kasih yang tulus seperti Sang Surya. Setiap pagi setiap mahluk selalu merindukannya. Sinarnya selalu mendatangkan kehangatan bagi semua mahluk. Itulah kasih yang sejati, akan selalu mendatangkan kebahagiaan. 

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 07 April 2008 07:58 )