Ditulis oleh Ni Ketut Karwiti    Kamis, 03 April 2008 05:29    PDF Cetak E-mail
Mengirim Surat Kepada Tuhan

Dia menjawab : benar bu, saya yang menaruhnya dan saya mau mengirimnya. Sayapun memberitahunya : Nak,  kalau kamu  mau kirim surat harus pergi ke kantor pos, di kantor pos kamu bisa beli perangko tanpa perangko surat tidak akan bisa dikirim. Diapun menjawab : Ibu, saya tidak perlu beli perangko dan saya juga tidak perlu ke kantor pos. Kenapa? tanya saya heran.Ya Bu, karena saya mau mengirim surat itu kepada Tuhan. Kepada Tuhan ? saya tambah heran mendengar jawabannya.  Lalu mengapa menaruhnya di plangkiran nak? Anakkupun menjawab : Ibu, rumah Tuhan disana, dengan menaruh surat disana pasti Tuhan membaca surat yang saya tulis. Saya  tersenyum mendengarkan keluguannya. Begitu polosnya seorang anak menilai Tuhan, anehnya dengan tingkahnya yang lugu justru banyak tersimpan kebenaran disana. Terimalah kebenaran itu, walau dari seorang anak kecil sekalipun. Inilah surat anak saya yang ditujukan kepada Tuhan :“Tuhan , Astari sangat sayang kepada Tuhan. Lindungilah Astari, lindungilan Ibu dan Bapaknya Astari.Terima kasih Tuhan”.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 07 April 2008 07:55 )