Tutup
 
 
 
 
 
 

BALI MEDITATION & YOGA SITE - TUNTUNAN MEDITASI ONLINE - CAKRA - KUNDALINI YOGA -   JNANA YOGA - AURA

Top Panel
Horoscope
Top Panel

Lapisan Tubuh Cetak E-mail

Secara spiritual Manusia mempunyai tubuh yang dibedakan menjadi dua bagian yakni tubuh fisik dan tubuh Halus. Kedua tubuh ini selalu bersatu dimana tubuh fisik merupakan wadah atau tempat bagi tubuh halus yang berlapis lapis. Tubuh halus yang membuat tubuh fisik dapat hidup adalah Tubuh Atman (Roh Suci). 

Atman merupakan bagian kecil Para Maha Atman (Paratman) yang tiada lain adalah Brahman (Tuhan / Ida Sanghyang Widhi Wasa). Atman bila menempati benda mati maka benda tersebut menjadi hidup. Manusia, Hewan dan Tumbuhan dapat hidup karena adanya Atman. Supaya tubuh fisik tetap dapat hidup, Atman memberikan kekuatan hidup dengan Prana (Jiwa) pada setiap mahkluk yang ditempati-NyaAtman mengalir ke tubuh manusia melalui Tri Antahkarana yaitu :
1. Siwa-karana, antahkarana ini terletak di ubun-ubun tepatnya pada inti Cakra Sahasrara. Energi Atman yang mengalir ke antahkarana ini berupa Sinar Putih cemerlang. Energi Atman yang berupa sinar ini adalah mengendalikan pusat kesadaran, kebijaksanaan melalui
pikiran. Disamping itu juga memberi warna pada cakra-
cakra dan membentuk Sinar tubuh (Aura).
2. Prana-karana, antahkarana ini mengalirkan energi Atman yang berupa Jiwa atau Prana Udara (nafas). Dengan aliran nafas melalui ke dua lubang hidung maka tubuh dapat bergerak (disebut dengan dasa bayu) atau hidup (Jiwa). Prana-antahkarana membuka jalurnya pada kedua lubang hidung dan mulut diatur dan dikendalikan oleh Cakra Wisudha dan menempatkan energinya pada paru-paru dan jantung sehingga dapat bekerja sebagai mana mestinya. Bila Jantung berhenti bekerja atau berhentinya jalan udara pernafasan akan menyebabkan kematian.
3. Pertiwi-karana, ini merupakan antahkarana yang memasukan unsur-unsur Panca Maha Bhuta. Jalan masuknya melalui sembilan lubang yaitu : lubang mulut, dua lubang hidung, dua lubang telinga, lubang/ pori-pori kulit (dianggap satu lubang), lubang pusar, lubang kemaluan, dan lubang pantat. Ini semua adalah jalan masuk dan keluar dari berbagai jenis energi.
 

Sesungguhnya Atman memberi hidup pada manusia dengan membagi diriNya menjadi dua bagian yaitu Atmanam dan Bhuta-atman. Atman yang memberi kekuatan hidup yang bersifat Vital melalui Napas udara, yang dibagi menjadi lima yaitu Prana, Apana, Samana, Udana dan Wyana. Semua unsur kekuatan ini tidak dipengaruhi oleh Tali Karma. Atman tidak terikat dengan unsur keduniawian, berdiri sendiri, tidak menetap memiliki kesadaran sendiri, tegasnya beliau itu Bebas, Murni, Abadi dan hanya sebagai pengendali dan penggerak tubuh melalui pikiran. Bhutatman yang berada dalam tubuh dipengaruhi oleh Hukum Karma, memiliki keterikatan duniawi, memiliki sifat baik dan buruk (hukum dua litas), menetap dan membentuk lapisan tubuh. Bhutatman selalu menetap pada tubuh karena Bhutatman diikat oleh Tri Guna, yaitu Satwam, Rajas dan Tamas. Dengan demikian Bhutatman mengalami berbagai perubahan (evolusi). Perubahan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor pikiran apakah ke-arah positif/kemajuan/penyadaran diri sehingga nantinya mencapai ke-Moksah-an yaitu bersatu dengan Atman ( Brahman ). Namun kalau terus terikat dengan unsur duniawi maka menjadikannya ke-arah negatif/Samsara.

 
Berikutnya >