|
Ditulis oleh sumertawan Nyoman
|
|
Monday, 02 June 2008 |
|
Dalam sbuah tulisan karya Ajahn Chah yang mulia,seorang bikhu yang mampu memberikan pencerahan dengan cerita-cerita yang penuh makna dalam mengarungi kehidupan ini,saya mendapatkan sedikit inspirasi dari sekian banyaknya inspirasi yang ada dalam setiap kata/tulisan beliau.Tentang sebuah makna dari tulisan beliau tentang Pohon Yang Bengkok.Menurut beliau ini adalah sebuah latihan untuk memperhatikan dan memeriksa fikiran.Tentang sebuah kebijaksanaan yang harus saya,anda dan kita semua miliki. |
|
Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 04 June 2008 )
|
|
Lanjut
|
|
|
Ditulis oleh Ni Ketut Karwiti
|
|
Monday, 07 April 2008 |
|
Seekor Burung Berkata Padaku : Ibu, tolong aku! bebaskanlah diriku ! Binatang peliharaan adalah hewan yang berfungsi khusus sebagai teman sehari – hari manusia. Binatang peliharaan yang populer adalah binatang yang mempunyai kemampuan khusus seperti menyanyi. Tentu kita sudah tahu binatang yang paling suka menyanyi adalah burung. |
|
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 07 April 2008 )
|
|
Lanjut
|
|
|
Ditulis oleh Ni Ketut Karwiti
|
|
Thursday, 03 April 2008 |
|
Seperti biasanya setiap sore saya menghaturkan canang di plangkiran rumah. Sore itu ketika hendak mebanten, saya kaget karena saya menemukan sebuah surat disana. Saya amati tulisannya ternyata itu tulisan anak saya yang belum sekolah sd saat itu. Saya kemudian memanggilnya dan bertanya, anakku apakah engaku yang menaruh surat di plangkiran? |
|
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 07 April 2008 )
|
|
Lanjut
|
|
|
Ditulis oleh Popo Petang
|
|
Wednesday, 02 April 2008 |
|
Setelah beristirahat dari perjalanan saya yang melelahkan, tak sengaja saya baru-baru ini menemukan kisah yang menarik mengenai stress, pekerjaan, kehidupan, dan kebahagiaan: Sekelompok alumni, sudah memiliki karier yang tinggi, berkumpul untuk mengunjungi profesor universitas lama mereka. Percakapan segera beralih menjadi keluhan tentang stres di dalam pekerjaan dan kehidupan mereka. Sang profesor menawarkan para tamunya untuk minum kopi, lalu pergi ke dapur. Dia kembali dengan seteko besar kopi dan aneka macam cangkir: ada yang dari porselen, plastik, kaca, dan kristal; ada yang tampak sederhana, ada yang mahal, dan ada yang sangat indah. Sang profesor mempersilakan para tamunya menuang kopinya sendiri.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 02 April 2008 )
|
|
Lanjut
|
|
|
Ditulis oleh Ni Ketut Karwiti
|
|
Saturday, 29 March 2008 |
|
Suatu pagi yang cerah aku dikejutkan oleh pertanyaan anak perempuanku yang lugu (saat itu dia masih duduk di TK kecil). Dia bertanya : Ibu Tuhan ada dimana? Tuhan ada Berapa? Seandainya orang dewasa bertanya seperti itu kepadaku tentu akan kujawab Tuhan itu hanya ada satu, Tuhan ada dimana - mana. |
|
Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 29 March 2008 )
|
|
Lanjut
|
|
|
Ditulis oleh Ni Ketut Karwiti
|
|
Thursday, 20 March 2008 |
|
Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Saya setuju dengan ungkapan ini. Memang sebagai seorang manusia dibalik keberhasilan yang kita capai pastilah kita juga memiliki kekurangan / kelemahan. Namun jangan sampai kekurangan / kelemahan yang kita miliki tersebut membuat kita berhenti untuk berkarya. Terimalah kelemahan itu dan temukan jalan keluar agar kelemahan / kekurangan yang ada bisa kita minimalkan. |
|
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 20 March 2008 )
|
|
Lanjut
|
|
|
Ditulis oleh Sang Putu Adi Sanjaya, S.Kom.
|
|
Wednesday, 19 March 2008 |
|
Guru-guru besar yang pernah hidup mengatakan kepada kita bahwa hukum tarik-menarik adalah hukum yang paling kuat di Semesta.
Para penyair sepert William Shakespeare, Robert Browning, dan William Blake menyampaikannya melalui puisi mereka. Para musisi seperti Ludwig van Beethoven mengungkapkannya melalui musik mereka. Para seniman seperti Leonardo da Vinsi menggambarkannya dalam lukisan mereka. Para pemikir besar termasuk Socrates, Plato, Ralph Waldo emerson, Phytagoras, Sir Francis Bacon , Sir Isac Newton, Johann Wolfgang von Goethe, dan Victor Hugo membagikannya dalam tulisan dan ajaran mereka. Nama-nama mereka telah diabadikan, dan keberadaan ketokohan mereka telah bertahan selama beraba-abad. |
|
Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 19 March 2008 )
|
|
Lanjut
|
|
|