| Mantra Penghilang Rasa Takut |
|
|
|
| Ditulis oleh Ni Ketut Karwiti | |
| Thursday, 20 March 2008 | |
|
Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Saya setuju dengan ungkapan ini. Memang sebagai seorang manusia dibalik keberhasilan yang kita capai pastilah kita juga memiliki kekurangan / kelemahan. Namun jangan sampai kekurangan / kelemahan yang kita miliki tersebut membuat kita berhenti untuk berkarya. Terimalah kelemahan itu dan temukan jalan keluar agar kelemahan / kekurangan yang ada bisa kita minimalkan.
Saat kuliah setiap akhir semester namaku pasti muncul pada majalah dinding dikampus, itu karena saya mendapat predikat “the best five” saya tidak bermaksud menyombongkan diri, hal itu saya dapatkan karena saya berusaha dengan sungguh – sungguh dan saya giat belajar. Rasa syukur sudah pasti selalu saya ucapkan.
Dibalik the best five yang saya dapatkan, satu hal yang sangat mengganggu saya adalah saya tidak punya keahlian berbicara di depan umum ataupun berargumentasi di depan banyak orang. Bahkan berbicara di depan kelas saja saya bakalan gemetaran dan muka saya akan berubah warna merah seperti tomat. Karena grogi kata – kata yang sudah tersusun dengan manis di benakku akan menjadi buyar, maka yang keluar hanyanlah kata – kata yang tak terkontrol dan saya akan berusaha cepat – cepat menyudahi pembicaraan di depan umum, oh sungguh konyol memang.
Saat duduk di semester akhir, setiap mahasiswa harus membuat skripsi dan skripsi ini akan diuji untuk menentukan kelulusan. Seminggu sebelum ujian skripsi aku benar – benar stress, inilah hari – hari yang paling menyiksaku. Saat ujian akan ada 5 dosen penguji yang akan mengobok – obok isi kepalaku sedangkan aku tidak bisa berargumentasi, aku tidak bisa berbicara di depan orang banyak oh….. Berbagai pikiran negatife pun bermunculan. Bagaimana kalau aku tidak bisa menjawab pertanyaan dosen? Pasti aku akan malu. Bagaimana kalau aku tidak lulus dalam ujian ini?? Itu berarti aku harus menunggu setahun lagi agar bisa mengikuti ujian yang sama………….
Dalam kegelisahan itu saya berdoa, Tuhan apa yang harus saya lakukan? Tiba – tiba saya teringat akan sebuah buku “Berpikir Positive” yang pernah saya baca. Disana ditulis “Badai Pasti Berlalu” saya mengartikan kalimat itu seperti ini : “setiap kesulitan yang kita hadapi pasti akan berakhir”. Setiap saat saya selalu mengucapkan kata –kata ini, sebelum tidur, saat bangun pagi, saat belajar maupun melakukan aktifitas lainnya. Kata – kata inilah yang selalu menemani keseharian saya, saya begitu yakin dengan mantra ini “Badai Pasti berlalu”. Kemudian malam hari sebelum ujian saya bermimpi, saya membuka pintu ruangan ujian dan disana saya melihat 5 dosen penguji duduk menghadap ke timur. Saya melihat dengan detail dosen A menempati kursi paling selatan, dosen B disebelahnya, dosen C, D dan E saya lihat wajah dosen dan posisi duduknya dengan detail.
Akhhirnya hari yang mendebarkan pun tiba, saya cukup deg – degan menunggu giliran di panggil. Saat namaku dipanggil sudah pasti mantra “Badai Pasti Berlalu “ akan selalu kuucapkan dalam hatiku. Ketika aku memasuki ruangan ujian alangkah kagetnya aku karena posisi nama dosen dan posisi duduknya sama persis seperti detail mimpiku semalam. Dari situ saya berkeyakinan bahwa saya pasti akan dapat mengatasinya dan bisa melalui ujian ini dengan baik. Entah bagaimana cara mantra ini bekerja untukku, saya sama sekali tidak tahu, saat ujian saya mampu menjawab pertanyaan 5 dosen penguji dengan tenang, bahkan saya berahasil membuat joke dan bisa membuat para dosen tertawa dan ikut terbawa alur yang saya inginkan. Saya benar – benar heran darimana datangnya semua ini? Dimana saat menyudahi ujian terucap kata “excellence”. Dengan wajah yang berseri-seri saya mengucapkan terima kasih kepada team Dosen penguji.
Beberapa hari kemudian saya melihat pengumuman dan benar saja seperti apa yang saya pikirkan, saya lulus dengan predikat kelulusan “sangat memuaskan”. Terimaksih Tuhan…………….. Temukanlah mantra yang cocok untuk diri anda, yakinlah mantra ini akan bekerja untuk diri anda seperti yang saya alami. Dimana pikiran adalah sebagai pusat. Apabila kita berpikir baik dan positive begitulah alam sekitar akan merespon dan memancarkan energi yang positive pula. Buanglah pikiran negative yang ada karena ini hanya akan menghambat kemajuan anda. Ingat selalu bersemangat dalam berkarya, kemudian jangan lupa bersyukur dan syukurilah apa yang anda telah dapatkan. Dengan demikian rasa damai dan nyaman akan terujud dan tidak terusik oleh pikiran yang bukan-bukan. Selamat mencoba dan menemukan mantra yang cocok buat diri anda dan belajar dan belajar menggali pengetahuan dan pada akhirnya untuk bertemu denganNya. Seperti Orang bijak bilang, jika kita sudah menguasai keadaan maka pengetahuan akan mengalir dengan sendirinya. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|









